Isu bocornya data ratusan juta penduduk Indonesia tentunya memunculkan kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Menko PMK Muhadjir Effendy meminta masyarakat untuk tetap tenang.
- Wahyu
- Selasa, 25 Mei 2021 - 10:22 WIB
WowKeren - Permasalahan mengenai bocornya data ratusan juta penduduk Indonesia hingga saat ini masih terus ditelusuri dan diselidiki. Bocornya data tersebut kemungkinan besar diduga berasal dari BPJS Kesehatan.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta masyarakat untuk tetap tenang atas dugaan bocornya data WNI yang diduga berasal dari BPJS Kesehatan. Hal ini dikarenakan permasalahan itu masih dicek kebenarannya.
Effendy sendiri telah bertemu dan melakukan klarifikasi dengan Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti di kantor BPJS Kesehatan, Jakarta pada Senin (24/5). Dalam pertemuan itu, Effendy mencari kebenaran terkait dengan dugaan kebocoran data yang berasal dari BPJS Kesehatan.
"Tidak usah khawatir karena data itu belum tentu data yang sesungguhnya," tutur Effendy dalam keterangan pers, Senin (24/5). "Itu masih dalam penyidikan lebih lanjut."
Sementara itu, Effendy menyampaikan bahwa dugaan bocornya data WNI itu masih ditelisik dan tidak berpengaruh terhadap kinerja BPJS. BPJS tetap bekerja dan menjalankan rutinitasnya seperti biasa. "Masih ditelisik, tidak akan berpengaruh terhadap kinerja dari BPJS Kesehatan," ungkap Effendy.
Menanggapi hal tersebut, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menggandeng Badan Siber Sandi Negara (BSSN) untuk mengusut dugaan kebocoran data 279 juta penduduk Indonesia. Polri meminta keterangan dari Kepala Pusat Keamanan BSSN Brigjen TNI Ferdinand di Bareskrim Polri pada Senin (24/5) kemarin.
Akan tetapi, Ferdinand belum bisa menceritakan secara detil mengenai kasus bocornya data WNI kepada awak media. Sejauh ini, ia hanya menyampaikan bahwa kedatangannya sebagai saksi.
"Tadi kami pertemuan di atas untuk berbicara masalah BPJS Kesehatan, itu aja yang bisa kami sampaikan," terang Ferdinand. "Kami menyampaikan dari kapasitas ahli."
Sedangkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah bergerak cepat dalam menangani kasus tersebut. Salah satu langkah cepat yang dilakukan Kominfo adalah dengan memblokir beberapa situs. Termasuk "Raid Forums" yang merupakan laman web peretas awal munculnya kasus kebocoran data tersebut.
(wk/wahy)