Klaster halalbihalal ditemukan di dua RT di Dusun Ngemplong, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, setelah Lebaran 2021 berakhir. Berikut penjelasan lengkapnya.
- Eva Lestari
- Kamis, 27 Mei 2021 - 08:15 WIB
WowKeren - Klaster halalbihalal mulai menghantui warga setelah Lebaran 2021 berakhir. Setelah muncul di Jakarta Timur, klaster serupa juga ditemukan di dua RT di Dusun Ngemplong, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Penyebaran Corona di wilayah tersebut berawal ketika dua warga Ngemplong dari RT 01 dan 02, RW 15, dinyatakan positif COVID-19 pada Rabu (19/5). Keduanya tidak bepergian ke luar kota, namun saling berkunjung ke kerabat dan tetangga saat Hari Raya Idul Fitri lalu.
"Dua kasus ini tidak bepergian ke luar kota, hanya melakukan aktivitas sosial di masyarakat. Serta saling berkunjung saat hari raya," kata Seruni selaku Kepala Puskesmas Ngemplak I, dalam keterangannya, Rabu (26/5).
Setelah itu petugas Puskesmas melakukan penelusuran terhadap kontak erat keduanya. Mereka diminta untuk menjalani tes Polymerase Chain Reaction (PCR) pada Jumat (21/5). Menurut hasil tracing dan tes antigen yang keluar pada Senin (24/5), 8 orang dinyatakan positif Corona.
Pada saat yang sama, Puskesmas Ngemplak I menerima laporan tentang warga lain yang terkonfirmasi COVID-19. Berbeda dengan sebelumnya, pasien tersebut memiliki riwayat perjalanan mudik ke Boyolali, Jawa Tengah.
Setelah itu muncul kasus baru seorang ibu hamil yang mengalami gejala ringan. Saat ini ia telah dipindahkan ke Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM untuk menerima perawatan lebih lanjut.
Meski muncul di saat yang hampir bersamaan, tidak dijelaskan apakah dua pasien terbaru memiliki kaitan dengan dua kasus awal. Hanya saja, total kasus aktif di dusun tersebut kini berjumlah 12 orang.
Karena ada potensi penularan terhadap warga lain, Satgas Penanganan COVID-19 setempat terus melakukan tracing. Mereka juga memberlakukan pengetatan aktivitas keluar-masuk di Dusun Ngemplong.
Seruni memaparkan, "Tracing lanjutan bersama Satgas Kelurahan dan Satgas Dusun didapatkan ada potensi penularan komunitas terutama pada RT 01 dan RT 02, berupa aktivitas ibadah hari raya, riwayat saling berkunjung pada saat hari raya, baik yang positif berkunjung, maupun yang positif dikunjungi oleh warga lain."
Selain itu, Satgas juga akan melakukan pemeriksaan massal terhadap ratusan warga di dusun tersebut pada Kamis (27/5) hari ini. "Skrining rapid antibodi sebanyak 187 orang dan 48 orang swab PCR, bisa bertambah bila hasil rapid antibodi reaktif," pungkas Seruni.
(wk/eval)