Sekolah Tatap Muka Digelar Juli, Vaksinasi Pada Guru Baru Capai 35 Persen
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Sekolah tatap muka akan segera digelar pada Juli mendatang. Meski demikian, vaksinasi COVID-19 terhadap pendidik dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia baru mencapai 35 persen dari total target.

WowKeren - Pandemi COVID-19 sudah memasuki tahun kedua di Indonesia. Selama pandemi menyerang Indonesia, membuat semua aktivitas yang biasanya dilakukan di luar rumah menjadi di dalam rumah, tak terkecuali sekolah.

Seperti yang diketahui, selama pandemi COVID-19 berlangsung, kegiatan sekolah tatap muka berubah menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring. Hal ini dilakukan agar COVID-19 tidak menyerang anak-anak.

Satu tahun sudah kegiatan PJJ, akhirnya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengeluarkan kebijakan untuk kembali melaksanakan sekolah tatap muka pada bulan Juli nanti. Adapun syarat yang harus dipenuhi untuk melangsungkan sekolah tatap muka adalah salah satunya seluruh guru dan tenaga kependidikan harus sudah divaksin COVID-19.

Akan tetapi, Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek Jumari mengatakan bahwa vaksinasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan baru mencapai 35 persen dari target yang telah ditetapkan. Persentase tersebut sudah termasuk guru dan dosen.

Artinya bahwa dari 5,5 juta pendidik dan tenaga kependidikan, sudah lebih dari 2 juta yang telah disuntik vaksin COVID-19. "Ini progres vaksinasi kita sudah mencapai 35 persen dari guru yang ada, bukan hanya guru, tetapi tenaga pendidikan termasuk dosen," tutur Jumari saat dikonfirmasi CNNIndonesia Tv, Jumat (11/6).


Jumari menuturkan bahwa saat ini pemerintah tengah berupaya keras untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 terhadap pendidik dan tenaga pendidik menjelang tahun ajaran baru 2021/2022. "Mudah-mudahan, sampai pertengahan bulan Juli sudah bisa diselesaikan," terang Jumari.

"Kami turut berkoordinasi dengan dinas-dinas daerah dan Dinkes (Dinas Kesehatan) untuk bisa pastikan guru-guru kita mendapatkan vaksinasi COVID-19," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas COVID-19 Sonny Harry Harmadi mengatakan perlu juga untuk memperhatikan distribusi vaksin. Hal ini disebabkan oleh cakupan vaksinasi belum menyebar secara merata.

Bahkan menurut Sonny, cakupan vaksinasi COVID-19 masih terkonsentrasi di beberapa daerah tertentu. "Walaupun secara persentase sudah tinggi mendekati 35 persen, kalau kami lihat itu distribusinya penting," ungkap Sonny.

Meski demikian, Sonny mengungkapkan bahwa dirinya sepakat dengan yang telah disampaikan oleh Jumari terkait dengan percepatan vaksinasi COVID-19 terhadap pendidik dan tenaga kependidikan sebelum tahun ajaran baru. Jika tidak dilakukan percepatan, maka dapat dipastikan vaksinasi akan selesai di bulan Agustus 2021.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts