Oknum TNI Terlibat Bunuh Pemred di Sumut, Terungkap Ini Motivasinya
Unsplash/Max Kleinen
Nasional

Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra menerangkan sang oknum TNI, A (31), hanya menjadi eksekutor. Sedangkan dalangnya adalah S (57), seorang pemilik bar dan karyawannya, Y.

WowKeren - Beberapa waktu lalu pembunuhan yang terjadi pada pemimpin redaksi sebuah media lokal di Pematangsiantar, Sumatera Utara sempat menghebohkan publik. Otoritas bidang pers Indonesia hingga DPR RI mendesak supaya pembunuhan ini diusut tuntas.

Kini titik terang mulai terungkap dan faktanya ternyata cukup mengejutkan. Sebab rupanya penembakan itu didalangi oleh seorang pengusaha bar yang dalam eksekusi aksinya rupanya mengajak serta seorang oknum TNI.

"Motif adalah timbulnya rasa sakit hati Saudara S pemilik Ferrari Bar dan Resto kepada korban," ujar Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra, di Mapolres Pematangsiantar, Kamis (24/6). "Yang selalu memberitakan maraknya peredaran narkotika di tempat hiburan malam miliknya."

Sejauh ini sudah ada 2 tersangka dalam kasus, yakni S (57) yang mendalangi pembunuhan dan Y yang membantu eksekusi. Sedangkan status A (31) sang oknum prajurit TNI belum ditentukan.

"A adalah oknum (TNI), makanya Pangdam hadir di sini. Dengan tegas saya sampaikan kepada teman-teman. Siapa pun yang bersalah akan kita tindak tegas," sambung Panca, dikutip pada Jumat (25/6).


Dijelaskan Panca, Marsal sang korban selama ini rupanya kerap meminta uang dan narkoba kepada S setiap bulan. Namun Marsal ternyata tetap memberitakan adanya peredaran narkoba di bar yang dimiliki S sehingga menimbulkan rasa sakit hati.

S pun lantas mendiskusikan pembunuhan dengan Y yang merupakan pegawainya. "Atas hal itu, Saudara Y dan A menindaklanjutinya, maka direncanakan tindakan untuk memberi pelajaran," tutur Panca, dalam hal ini menembak Marsal.

Y dan A pun merencanakan penembakan. Ketika kedua pihak berselisih di jalan, A menembak Marsal yang tengah mengemudikan mobilnya, sedangkan Y fokus mengendarai sepeda motornya.

"Tersangka mengejar mobil korban dan mendahului, karena jalan rusak mobil korban pelan," kata Panca. "Y yang mengemudikan sepeda motor, A yang melakukan penembakan. Pada saat berselisih dilakukan penembakan kepada korban."

Panca menyebut korban terkena tembakan di kaki sebelah kiri. Namun tembakan itu mengenai pembuluh darah sehingga korban akhirnya meninggal dunia.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait