Angka Kematian COVID-19 RI di Bulan Juni 2021 Tertinggi Selama Pandemi
Unsplash/Isaac Quesada
Nasional

Satgas Penanganan COVID-19 mencatat angka kematian akibat COVID-19 di bulan Juni 2021 mencapai 7.913 kasus, melampaui rekor kematian COVID-19 bulanan pada Januari 2021 lalu yang mencapai 7.860 kasus.

WowKeren - Kasus virus corona (COVID- 19) Indonesia belakangan mengalami lonjakan hingga pemerintah memutuskan untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di wilayah Jawa dan Bali. Selain bertambahnya jumlah pasien, angka kematian akibat COVID-19 pada bulan Juni 2021 rupanya juga menjadi yang tertinggi sejak pandemi dimulai pada Maret 2020 lalu.

"Angka kematian, salah satu hal yang harus kita soroti adalah jumlah angka kematian bulanan di bulan Juni 2021 ini sudah melampaui jumlah kematian yang terjadi di bulan Januari 2021," jelas Ketua Bidang Data dan Teknologi Satgas, Dewi Nur Aisyah, dalam rapat koordinasi pelaksanan PPKM Darurat, Senin (5/7). "Lagi-lagi ini dikarenakan jumlah kasus aktif yang tinggi akan mempengaruhi tingkat kematian yang ada di Indonesia."

Berdasarkan data yang dipaparkan Dewi, jumlah angka kematian akibat COVID-19 di bulan Juni 2021 mencapai 7.913 kasus. Jumlah tersebut melampaui rekor kematian COVID-19 bulanan pada Januari 2021 lalu yang mencapai 7.860 kasus.

Sementara itu, pada Mei 2021 tercatat ada 5.057 kasus kematian akibat COVID-19. Sedangkan pada April 2021, kasus kematian akibat COVID-19 mencapai 4.663.


"Ini salah satu hal yang harus kita waspadai, jangan sampai terjadi peningkatan jumlah angka kematian di bulan Juli 2021," papar Dewi. Berdasarkan data per Minggu (4/7), jumlah kasus kematian akibat COVID-19 di bulan Juli 2021 telah mencapai 2.091 kasus.

Sementara itu, persentase kasus aktif COVID-19 Indonesia kini sudah melampaui rata-rata dunia dengan selisih mencapai 6 persen. Dewi memaparkan bahwa mulai 18 Juni 2021, angka kesembuhan COVID-19 di Indonesia mulai menurun dan angka kasus aktif meningkat.

"Kalau kita lihat perkembangan jumlah kasus aktif saat ini sudah berada di angka 295.228, tren masih terus meningkat," jelas Dewi. "Dimana peningkatannya sebesar 67 persen lebih tinggi dibandingkan daripada puncak pada saat pasca libur Nataru (Natal dan Tahun Baru) di bulan Februari 2021."

Selain itu, Indonesia juga mengalami penambahan kasus aktif tertinggi pada tujuh hari terakhir, mencapai 87.543 kasus. Pekan sebelumnya, penambahan kasus mencapai 64 ribu. Sedangkan dua pekan sebelumnya, penambahan kasus berada di angka 29 ribu.

"Maka ini merupakan penambahan jumlah kasus aktif tertinggi dalam tujuh hari," pungkas Dewi.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait