10 Kasus Varian Delta Ditemukan di Makassar, Pasien Disebut Sempat ke Pulau Jawa
Unsplash/Mufid Majnun
Nasional
Mutasi Corona Masuk Indonesia

Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, mengungkapkan bahwa jumlah pasien yang tengah melakukan isolasi mandiri di Makassar kini mencapai 2.900 orang.

WowKeren - Kasus COVID-19 Varian Delta telah masuk ke Sulwesi Selatan. 10 orang warga di Makassar dilaporkan terjangkit Varian Delta.

"Dari laporan dinkes ada 10 orang yang kena tapi lewat berita ada 11 orang," jelas Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, kepada CNN Indonesia, Minggu (18/7).

Melansir CNN Indonesia, 10 warga tersebut terpapar Varian Delta usai melakukan perjalanan ke beberapa daerah di Pulau Jawa. Hal ini diketahui berdasarkan hasil tracing yang dilakukan oleh COVID Hunter Makassar. Adapun 10 pasien Varian Delta tersebut kini telah dinyatakan negatif.

"Mereka pernah dari luar Sulsel, terus masuk ke Makassar positif terjangkit varian Delta. Tapi, saat ini mereka sudah sembuh," papar Ramdhan.

Sementara itu, Ramdhan juga sempat mengungkapkan bahwa jumlah pasien yang tengah melakukan isolasi mandiri di Makassar mencapai 2.900 orang. Adapun kapal laut milik PT Pelni yang akan menjadi tempat isolasi apung kini masih berada dalam tahap renovasi.


"Itu kapal laut yang ditambatkan di dekat Pulau Lae-Lae itu sedang dalam persiapan dan bisa menampung 900-an orang," papar Ramdhan.

Menurut Ramdhan, pasien yang dapat ikut dalam program isolasi apung tersebut adalah mereka yang rumahnya tak memadai dijadikan tempat isoman. Seluruh fasilitas dan terapi bagi peserta isolasi apung tersebut akan digratiskan.

"Persyaratan lainnya harus melampirkan hasil test swab PCR. Semua peserta isolasi apung digratiskan termasuk seluruh fasilitas dan terapi khusus hingga sembuh," ungkapnya. "Fasilitas yang ada dalam program isolasi apung berupa olahraga yoga, mancing ramai-ramai, pembinaan, berjemur dan lainnya."

Menurut Ramdhan, Kota Makassar kini masuk dalam zona merah dengan peningkatan angka COVID-19 tersebut. Oleh sebab itu, ia menyatakan bahwa ibadah Idul Adha di masjid dan lapangan di Kota Makassar ditiadakan.

"Tadi kami bersama Forkopimda membahas bahwa saat ini kita sudah masuk zona merah, untuk itu kita mengikuti Surat Edaran No 16 Kemenag tentang ditiadakannya salat Idul Adha tahun ini di masjid dan di lapangan. Saya pertimbangkan jangan sampai ada ledakan COVID-19, kita yang disalahkan. Makanya saya tidak mau tanda tangani surat edaran kalau tidak ada pertimbangan dan kesepakatan dari ormas Islam," pungkasnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts