Peristiwa perundungan dan pelecehan seksual kembali terjadi. Kini peristiwa tersebut diduga terjadi kepada pegawai KPI Pusat, bahkan pelaku disebut juga bagian dari perusahaan.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Rabu, 01 September 2021 - 21:00 WIB
WowKeren - Perundungan dan pelecehan seksual masih sering terjadi di Indonesia. Hal ini lantas menjadi "PR" bagi pemerintah untuk bisa menangani masalah tersebut.
Baru-baru ini, muncul kabar pelecehan seksual dan perundungan yang terjadi terhadap sesama pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Salah seorang pegawai KPI mengaku mendapatkan pelecehan seksual dan perundangan dari rekan kerjanya sesama pria sejak tahun 2012 silam.
Pegawai tersebut diketahui berinisial MS. Ia mengaku kerap mendapatkan perundungan dan pelecehan seksual oleh rekan kerjanya itu, paling parah ditelanjangi.
"Tahun 2015, mereka beramai-ramai memegangi kepala, tangan, kaki, menelanjangi, memiting, melecehkan saya dengan mencoret-coret buah zakar saya memakai spidol," ungkap MS dalam keterangan tertulis, Rabu (1/9). "Kejadian itu membuat saya trauma dan kehilangan kestabilan emosi. Kok bisa pelecehan jahat macam begini terjadi di KPI Pusat?"
MS mengaku khawatir jika foto telanjangnya itu akan disebarluaskan oleh rekan kerjanya tersebut. Selain itu, MS juga sering disuruh-suruh untuk membelikan mereka makanan. Hal ini telah berlangsung selama dua tahun.
MS menerangkan bahwa kedudukan mereka sama di KPI Pusat, tetapi ia justru disuruh-suruh untuk melayani rekan kerjanya. "Tapi mereka secara bersama-sama merendahkan dan menindas saya layaknya budak pesuruh," imbuhnya.
Waktu berlalu, berbagai perundungan diterima oleh MS, mulai dari diceburkan ke kolam renang, tasnya dibuang, hingga dimaki-maki dengan kata-kata bernada SARA. Pelecehan seksual dan perundungan itu pun membuatnya jatuh sakit selama berhari-hari, hingga mengubah pola mentalnya.
Mengenai kabar pelecehan seksual dan perundungan yang menimpa karyawannya, Wakil Ketua KPI Mulyo Hadi Purnomo pun angkat bicara. Hadi mengaku sudah membaca rilis dari MS. Ia mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan investigasi untuk mencari kebenaran.
Hadi menerangkan bahwa pihaknya baru mengetahui kabar pelecehan seksual dan perundungan terhadap sesama pegawai KPI itu tadi sore. Terkait nama-nama pelaku yang disebutkan oleh MS, Hadi membenarkan bahwa mereka merupakan pegawai KPI.
"Saya sudah baca juga, iya saya soal kebenarannya harus diinvestigasi, jadi mulai besok akan dilakukan investigas," terang Hadi. "Iya ada nama-nama itu ada, itu lah kami perlu panggil itu baik korban dan pelaku."
(wk/tiar)