PON XX Digelar Pada Oktober, Papua Diminta Turunkan Kasus Aktif COVID-19
Instagram/ponxx2020papua
Nasional

Indonesia akan menggelar perhelatan ajang olahraga nasional di Papua. Adapun pelaksanaan tersebut di tengah pandemi COVID-19, maka kasus aktif diharapkan bisa segera diturunkan.

WowKeren - Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua bakal digelar pada Oktober mendatang. Mengingat diselenggarakan di tengah pandemi COVID-19, sejumlah persiapan tengah dimatangkan, termasuk protokol kesehatan.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto meminta agar Forkopimda Provinsi Papua untuk terus mengerahkan dan berupaya mendorong penurunan kasus aktif COVID-19. Terlebih lagi, pelaksanaan PON XX Papua tidak lama lagi akan digelar.

"Sesuai arahan Bapak Presiden, saya harus meng-update kondisi terakhir penanganan COVID-19 dan kesiapan PON di Papua," terang Airlangga dalam keterangan pers, Minggu (5/9). "Baik dari sisi dukungan pemerintah pusat, provinsi, sampai ke kabupaten/kota, terutama lima kabupaten/kota yang terkait langsung dengan penyelenggaraan PON."

Adapun kabupaten/kota yang dimaksud Airlangga adalah Jayapura, Kota Jayapura, Mimika, Merauke, dan Keerom. "Saya titip ke Forkompimda, supaya tingkat kasus (kasus aktif) ini bisa diturunkan dalam 1-2 minggu ke depan," imbuhnya.

Lebih lanjut, Airlangga mengungkapkan bahwa dalam satu pekan terakhir, angka kasus aktif COVID-19 di Papua mencapai 12.378 kasus atau setara dengan 38 persen. Selain itu, positivity rate dinilai juga masih cukup tinggi.


Airlangga menyebut Supiori dan Mamberamo Tengah sebagai daerah yang positivity rate-nya tinggi. Supiori mencapai 60,0 persen dan Mamberamo Tengah 33,3 persen.

Maka dari itu, Airlangga menuturkan bahwa testing masih harus ditingkatkan. "Capaian testing yang cukup tinggi hanya di Kabupaten Boven Digoel dan Kota Jayapura yang sudah lebih dari 80 persen," beber Airlangga.

Airlangga menerangkan jika dilihat dari zonasi risiko, provinsi Papua termasuk dalam zonasi risiko sedang atau zona oranye. Secara rinci, ada 15 kabupaten/kota yang termasuk zona hijau, dan 14 kabupaten/kota zona oranye.

"Sementara itu, BOR Provinsi Papua yaitu 36 persen, di atas BOR Nasional (22 persen)," jelas Airlangga. "Sejumlah kabupaten/kota BOR masih berada di atas 50 persen, terutama di Lanny Jaya dan Mappi (100 persen), Mimika, Tolikara, Boven Digul, Jayawijaya (lebih dari 50 persen)."

Sementara untuk tingkat vaksinasi COVID-19, kata Airlangga, per 2 September 2021, suntikan dosis pertama telah mencapai 18,03 persen. Sedangkan untuk dosis kedua masih dalam tahap pengejaran pencapaian target.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait