Penulis Naskah Bongkar Ide Awal Ciptakan Karakter Kejam Ji Sung di 'The Devil Judge'
tvN
TV

Kang Yo Han (Ji Sung) adalah karakter kejam yang menghukum koruptor tanpa ampun dengan menjatuhkan hukuman berat, misalnya penjara selama 235 tahun, hingga hukuman fisik 30 cambukan.

WowKeren - "The Devil Judge" menayangkan episode terakhir pada akhir Agustus lalu dengan rating penonton sebesar 8 persen. Belum lama ini, penulis naskah Moon Yoo Seok menjalani wawncara dengan media JoongAng Ilbo membongkar berbagai hal seputar drama tvN itu.

"The Devil Judge" adalah naskah televisi pertama Moon Yoo Seok sejak mengundurkan diri dari posisi hakim ketua di Pengadilan Distrik Pusat Seoul pada Februari 2020. Ia sebelumnya sudah menggarap naskah drama genre hukum lewat "Miss Hammurabi".

Dalam "The Devil Judge", Moon Yoo Seok fokus pada alur peraturan keras dan korupsi yang merajalela, berlatar di masyarakat Korea distopia imajiner. "Sejak menyelesaikan 'Miss Hammurabi', aku ingin menulis sesuatu dengan suasana yang benar-benar berlawanan," ujar Moon Yoo Seok.

"Tapi dunia yang harus dihadapi Park Cha Oh Reum (Go Ara) 'Miss Hammurabi' di tidak begitu cerah, jadi kupikir kedua drama ini cukup mirip, bahkan jika suasana hati yang mendasarinya berbeda," imbuh Moon Yoo Seok.

"The Devil Judge" menggambarkan masyarakat dua tahun setelah berakhirnya epidemi. Karakter utama Kang Yo Ha (Ji Sung) adalah seorang hakim kepala yang menganjurkan reformasi peradilan yang kuat dan mengubah ruang sidang menjadi reality show televisi.


Ruang sidang menyiarkan seluruh proses persidangan, mengungkap semua kejahatan dengan seluruh bangsa yang bertindak sebagai juri. Putusan untuk setiap persidangan dilakukan melalui aplikasi voting langsung yang disebut "DIKE" dinamai dewi keadilan Yunani.

Kang Yo Han adalah karakter kejam yang menghukum koruptor tanpa ampun dengan menjatuhkan hukuman berat, misalnya penjara selama 235 tahun, hukuman fisik 30 cambukan dan kematian melalui kursi listrik.

Hukuman semacam itu dijatuhkan kepada orang-orang termasuk CEO perusahaan yang bertanggung jawab atas kebocoran air limbah ke laut, putra seorang menteri yang sering menggunakan kekuasaannya untuk menutupi tuduhan penyerangan, dan seorang YouTuber yang menghasut kekerasan terhadap orang-orang kurang beruntung secara sosial.

Meskipun Kang Yo Han membangun reputasi sebagai "pahlawan gelap", sebagai orang yang adil, sulit untuk menguraikan apakah niatnya benar-benar bermoral. Sepanjang cerita, Kang Yo Han membidik tokoh masyarakat yang telah melakukan kejahatan, termasuk presiden Korea, ketua konglomerat dan kepala perusahaan media.

Pada akhirnya, Kang Yo Han mengumpulkan mereka di gedung pengadilan dan meledakkan tempat itu dengan bom, sebagai penilaian terakhirnya. "(Dalam drama) orang-orang bersorak untuk pahlawan gelap karena itu mewakili kemarahan yang mereka miliki terhadap lingkungan," ungkap Moon Yoo Seok.

"Tapi bisakah persidangan terakhir Kang Yo Han benar-benar dianggap sebagai persidangan? Ternyata itu hanya siaran langsung ledakan bom, namun publik telah menyetujuinya tanpa proses hukum," pungkas Moon Yoo Seok.

(wk/amal)

You can share this post!

Related Posts