Baru-baru ini warga Tangerang dihebohkan dengan petasan yang dibungkus dengan lembaran kitab suci Alquran. Kasus ini pun akhirnya diselidiki oleh pihak yang berwajib.
- Eva Lestari
- Senin, 13 September 2021 - 00:02 WIB
WowKeren - Warga Tangerang dihebohkan dengan petasan yang dibungkus dengan lembaran kitab suci Alquran. Akibat penemuan itu, sang penjual yang berinisial IY (52) harus berurusan dengan polisi.
Hal ini pertama kali diketahui saat seorang warga Parung Serab, Ciledug, Tangerang, menggelar acara pernikahan pada Sabtu (11/9) sore. Usai akad nikah dilakukan, pihak keluarga menyalakan petasan sebagai penanda berakhirnya prosesi tersebut.
Warga menjadi heboh bukan main saat menemukan sobekan Alquran saat membersihkan kertas bekas petasan. Temuan itu akhirnya diteruskan kepada pihak yang berwajib untuk diselidiki lebih lanjut.
IY selaku penjual petasan mengaku tidak tahu bahwa petasan tersebut terbuat dari lembaran Alquran. Sebab dia membelinya dari pedagang keliling.
"Saya beli barang (petasan) sama tukang yang lewat. Dari dulu memang sudah jualan petasan buat khusus hajatan. Masalah dalamnya itu ayat Alquran kita enggak tahu, yang jual petasan itu namanya siapa enggak tahu," tutur IY, dilansir dari Suara, Minggu (12/9).
IY juga mengaku bahwa insiden ini membuatnya rugi karena polisi telah menyita barang dagangannya. Padahal, dia hendak menggunakan keuntungan dari penjualan tersebut untuk membayar biaya sekolah anaknya.
"Modal buat bayaran anak saya malah diserahin sama polisi, rugi saya. Saya belum dapat untung, petasan saya dibawa polisi, anak saya yatim," ungkap IY.
Sementara itu, Herman Permana selaku pembeli petasan IY mengaku sangat kaget saat mengetahui hal ini. Apalagi, dia baru pertama kali membeli petasan darinya.
Herman menerangkan, "Waktu beli enggak kelihatan, karena dilapisin kertas putih. Awal enggak sempat curiga, karena udah tiga kali pesta juga selalu beli petasan, tapi baru kali ini kayak gini."
"Kaget saya, kalau tahu saya enggak bakal beli. Baru itu beli di situ, kemarin saudara saya pesta beli di situ, tapi enggak kayak gini," pungkas Herman.
(wk/eval)