Kandidat Kuat Perdana Menteri Jepang Taro Kono Dukung Pernikahan Sesama Jenis
Dunia

Pandangan Taro Kono ini cukup mengejutkan mengingat Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa dikenal memperjuangkan nilai-nilai keluarga konservatif tradisional.

WowKeren - Kandidat kuat Perdana Menteri Jepang yang baru, Taro Kono, menyatakan dukungan terhadap pengesahan pernikahan sesama jenis. Kono juga mendukung pasangan yang telah menikah untuk memiliki nama keluarga yang berbeda.

"Saya setuju dengan kedua isu tersebut," ungkap Kono

Menurut Kono, "masalah konstitusional" harus diselesaikan untuk memungkinkan pasangan sesama jenis menikah secara sah. Pandangan Kono ini cukup mengejutkan mengingat Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa dikenal memperjuangkan nilai-nilai keluarga konservatif tradisional.

Banyak anggota LDP yang menentang pernikahan sesama jenis dan nama keluarga yang terpisah. Namun lain halnya dengan Kono.

"Masalah seperti ini, yang mempertanyakan nilai-nilai, harus diperdebatkan secara luas di Diet dan (anggota parlemen) harus diizinkan untuk mendukung atau memberikan suara menentang RUU terlepas dari afiliasi partai," tegas Kono.


Selain itu, Kono juga menyatakan akan bekerja untuk meningkatkan jumlah politisi perempuan di partainya. "Penting untuk menciptakan lingkungan di mana perempuan dapat mengangkat tangan mereka," ujar Kono.

Namun di saat yang sama, Kono menentang sistem kuota gender yang bisa memastikan perempuan menempati sejumlah kandidat dan kursi.

Sebagai informasi, Kono kini menjabat sebagai Menteri yang bertanggung jawab atas program vaksinasi COVID-19. Pada 10 September, Kono mengumumkan akan mengikuti pemilihan Presiden LDP. Pemilihan ini akan berlangsung pada 29 September 2021 mendatang.

Menurut Kono, LDP adalah partai konservatif. Dalam pandangan Kono, konservatisme adalah ideologi yang sangat murah hati, namun moderat dan hangat. Kono menyatakan jika dirinya terpilih sebagai PM Jepang, maka ia akan bekerja untuk menciptakan "masyarakat yang hangat" di mana semua orang saling mendukung.

"Fondasi Jepang adalah keluarga kekaisaran dan bahasa Jepang yang telah ditopang oleh tradisi, sejarah, dan budaya yang panjang," kata Kono.

Kono juga sempat membanggakan sejumlah pekerjaannya di Kabinet PM Yoshihide Suga. Mulai dari mengurangi birokrasi melalui pengurangan ketergantungan Jepang pada segel "hanko" untuk prosedur administrasi, hingga upayanya mengoordinasikan peluncuran vaksin COVID-19.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts