Menkes Malaysia Beber Tengah Persiapkan Vaksinasi COVID-19 Bagi Anak Usia Di Bawah 12 Tahun
Dunia
Vaksin COVID-19

Vaksinasi COVID-19 terhadap anak usia di bawah 12 tahun hingga kini masih dalam tahap diskusi dan persiapan di sejumlah negara, termasuk Malaysia. Sejauh ini, vaksinasi COVID-19 masih diperuntukan bagi anak usia 12 tahun ke atas.

WowKeren - Masing-masing negara di dunia hingga kini masih terus berupaya untuk bisa melaksanakan vaksinasi COVID-19 terhadap anak di bawah usia 12 tahun, termasuk Malaysia. Hal ini lantaran, anak-anak di bawah usia 12 tahun juga dinilai perlu untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19.

Menteri Kesehatan (Menkes) Malaysia, Khairy Jamaluddin menuturkan bahwa anak-anak di bawah usia 12 tahun di negaranya kemungkinan akan bisa mendapat vaksinasi COVID-19 di masa depan. Dalam konferensi pers pada Jumat (24/9) hari ini, Khairy menuturkan bahwa pemerintah saat ini tengah berbicara dengan produsen vaksin COVID-19 yang telah mengeluarkan laporan mengenai vaksinasi untuk anak di bawah 12 tahun.

"Saya sudah melakukan pertemuan dengan salah satu perusahaan produsen vaksin yang baru-baru ini merilis data fase klinis awal tentang vaksinasi untuk anak di bawah 12 tahun," terang Khairy dalam konferensi. "Dan kami masih mendiskusikan untuk mendapatkan vaksin tersebut."


Melansir malaymail, Kemenkes Malaysia juga telah mengumumkan bahwa saat ini, vaksinasi COVID-19 dosis ketiga, hanya akan diberikan kepada kelompok sasaran yang bakal dilaksanakan pada bulan depan. Adapun empat kelompok yag termasuk dalam prioritas sasaran adalah medis, immunocompromised, orang tua dengan penyakit penyerta, dan individu di fasilitas kesehatan jangka panjang.

Khairy menuturkan bahwa dosis ketiga akan meningkatkan respons kekebalan seseorang terhadap virus COVID-19, dalam kasus di mana dua dosisi awal mungkin tidak cukup. "Prioritas pemberian dosis ketiga ini akan difokuskan pada kelompok berisiko tinggi terlebih dahulu, seperti anggota garis depan kesehatan, pasien immunocompromised, orang tua dengan penyakit penyerta, dan individu yang tinggal atau bekerja di fasilitas perawatan jangka panjang," jelasnya.

"Dosis ketiga ini dapat meningkatkan tingkat kekebalan pada individu yang berisiko tinggi terinfeksi COVID-19," tandas Khairy. "Di mana dosis kedua tidak cukup untuk meningkatkan respons kekebalan terhadap infeksi COVID-19."

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts