Dalam kunjungan kerja di Kalimantan Barat, Presiden Jokowi juga meninjau lokasi terdampak banjir, Kabupaten Sintang. Jokowi lantas mengungkapkan faktor penyebab terjadinya banjir.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Rabu, 08 Desember 2021 - 14:14 WIB
WowKeren - Seperti yang diketahui, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar), beberapa waktu lalu dilanda banjir. Adapun banjir ini tak kunjung surut dalam rentan waktu yang terbilang cukup lama.
Pada Rabu (8/12) hari ini, Presiden Joko Widodo diketahui bertolak ke Kalbar dalam rangka kunjungan kerja. Adapun salah satu agenda dalam kunker itu adalah meninjau lokasi terdampak banjir Sintang.
Saat berada di lokasi terdampak, Jokowi menyampaikan faktor penyebab terjadinya banjir di Kabupaten Sintang. Jokowi menyebut ada dua faktor yang menjadi penyebab terjadinya banjir yakni hujan ekstrem dan kerusakan lingkungan.
Jokowi menilai bahwa daerah aliran sungai (DAS) dan wilayah tangkapan air hujan mengalami kerusakan. "Tapi yang kedua ini perlu kita atasi adalah kerusakan daerah aliran sungai, kerusakan catchment area, daerah tangkapan hujan," tutur Jokowi dalam keterangan yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (8/12).
Lebih lanjut, Jokowi menuturkan bahwa pemerintah akan melakukan penghijauan di sekitar Sungai Melawi dan Sungai Kapuas. Selain itu, pemerintah juga akan membangun persemaian (nursery) di sekitar DAS.
Tidak hanya itu, kata Jokowi, pemerintah akan melakukan penghutanan di daerah hulu. Maka dari itu, Jokowi berharap atas berbagai upaya yang dilakukan pemerintah untuk mencegah banjir itu bisa benar-benar menekan potensi bencana alam di Sintang itu terulang kembali di kemudian hari.
Sementara mengenai langkah jangka pendek, Jokowi berencana akan membangun tanggul. Ia lantas memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono untuk menjalankan proyek tersebut.
"Saya harapkan dengan itu akan memperbaiki catchment area, memperbaiki DAS, utamanya di daerah hulu," ujar Jokowi. "Jangka pendeknya, dengan membuat tanggul dari geotube yang diisi pasir yang kita harapkan dalam jangka pendek bisa mengurangi banjir yang ada."
Sebagai informasi, sebelumnya, Kabupaten Sintang dilanda banjir kurang lebih selama satu bulan. Akibat banjir ini, ribuan orang harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Banjir di Kabupaten Sintang ini sempat menarik perhatian publik lantaran dinilai berkaitan dengan deforestasi di Kalimantan. Selain itu, ketidakhadiran Jokowi kala itu memicu kritikan dari tokoh oposisi dan aktivis lingkungan.
(wk/tiar)