Menteri Sosial Tri Rismaharini menanggapi kritikan atas interaksinya dengan penyandang disabilitas rungu. Risma memastikan pihaknya selalu berpihak kepada penyandang disabilitas
- Elvariza Opita
- Kamis, 09 Desember 2021 - 06:18 WIB
WowKeren - Menteri Sosial Tri Rismaharini mendapat kritikan keras setelah dianggap memaksa penyandang disabilitas rungu untuk berbicara. Kini kritikan tersebut pun telah direspons Risma yang memastikan bahwa pihaknya selalu berpihak kepada penyandang disabilitas.
Risma menjelaskan bahwa dirinya mencoba memastikan alat bantu penyandang disabilitas rungu yang diajaknya berinteraksi berfungsi dengan baik. Karena itulah, Risma kemudian mendorong mereka untuk memaksimalkan kemampuan telinganya dan memberikan kesempatan untuk mereka mencoba merespons komunikasi.
"Saya ingin memastikan bahwa alat bantu dengar itu berfungsi dengan baik," tutur Risma dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat (3/12). "Karena kalau dia tidak bisa merespons, itu bisa merugikan dia."
Risma menekankan bahwa semua yang dilakukannya semata-mata demi niat yang tulus sekaligus mengajak para penyandang disabilitas agar tidak menyerah. Risma juga menyinggung duka yang dirasakannya ketika berhadapan dengan sejumlah kejadian saat masih menjadi Wali Kota Surabaya, di mana ada penyandang disabilitas rungu yang tertabrak kereta api maupun yang kehilangan nyawa karena bencana.
"Ini pengalaman sangat memukul saya," ujar Risma, dikutip dari ANTARA. "Saya hanya ingin memastikan mereka bisa menyampaikan pesan dengan berbagai cara."
"Mereka harus bisa bereaksi terhadap lingkungannya, khususnya bila itu membahayakan jiwa dan kehormatannya," tegas Risma melanjutkan. "Apakah dengan suara, gerakan tangan, atau alat bantu yang mereka kenakan."
Risma menilai respons penyandang disabilitas rungu terhadap lingkungan sangat penting karena banyaknya hal-hal tak terduga yang bisa terjadi. Sangat penting bagi penyandang disabilitas, termasuk rungu, untuk mempunyai pertahanan diri.
Dalam kondisi tertentu, mereka harus bisa mengatasi sendiri apa yang mereka hadapi karena tidak selamanya tersedia lingkungan yang ramah untuk mereka. Hal inilah yang memicu Risma meminta penyandang disabilitas rungu untuk bersuara.
"Dalam kesempatan tersebut, saya meminta mereka mencoba bersuara. Bagi sebagian penyandang disabilitas rungu, bersuara bukan pekerjaan mudah," kata Risma. "Niat saya meminta mereka, meminta lho ya, agar mereka bisa strive beyond the limit."
Risma memastikan pihaknya tidak mempunyai niat apapun terhadap penyandang disabilitas. Kini pihaknya juga telah mengarahkan kebijakan Kemensos untuk memperkuat dukungan terhadap penyandang disabilitas.
Salah satunya dengan mengeluarkan kebijakan meniadakan pembangunan gedung dan dialihkan untuk alat bantu penyandang disabilitas. Risma mengakui hal ini tidak mudah karena memerlukan proses yang sangat lama.
(wk/elva)