Beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi diketahui menerima satu truk dengan berat sekitar 3 ton jeruk dari warga Karo. Hal ini lantas menjadi perhatian KPK.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Kamis, 09 Desember 2021 - 11:09 WIB
WowKeren - Pada Senin (6/12) lalu, Presiden Joko Widodo diketahui mendapat satu truk jeruk dari warga Karo, Sumatera Utara. Berdasarkan keterangan tertulis dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Jokowi menerima enam perwakilan warga Liang Melas Datas, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, di Istana Merdeka.
Penerimaan jeruk dengan berat sekitar tiga ton itu lantas menjadi sorotan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut KPK, Jokowi bisa saja menolak pemberian gratifikasi berupa makanan dan minuman yang mudah rusak itu.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ipi Maryati Kuding menerangkan bahwa berdasarkan Peraturan KPK Nomor 2 Tahun 2019, tentang Pelaporan Gratifikasi, dalam hal objek gratifikasi berupa makanan dan/atau minuman yang mudah rusak, dapat ditolak untuk dikembalikan kepada pemberi. Apabila tidak ditolak, maka bisa disalurkan sebagai bantuan sosial.
"Dan sebagai bentuk tranparansi, laporan atau penyaluran bantuan sosial kemudian dapat disampaikan kepada KPK," tutur Ipi saat dikonfirmasi, Rabu (8/12).
Lebih lanjut, Ipi mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memberikan gratifikasi dalam bentuk apapun kepada pegawai negeri ataupun penyelenggara negara. Apalagi demi menerima pelayanan dari pemerintah sebagai dukungan upaya pemberantasan korupsi.
Ipi lantas menjelaskan bahwa memberikan pelayanan kepada masyarakat merupakan tanggung jawab dari pegawai negeri maupun penyelenggara negara. Maka dari itu, Ipi benar-benar menekankan agar masyarakat tidak kembali memberikan apapun bentuk gratifikasi kepada mereka.
Sementara untuk penerimaan jeruk tersebut, Jokowi disebut telah membayarnya kala menerima perwakilan warga. Adapun pembayaran itu disebut melalui sebuah goodie bag.
"Di dalam video, Presiden menyerahkan sendiri pembayaran jeruk tersebut di dalam goodie bag," terang Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara Faldo Maldini saat dikonfirmasi, Rabu (8/12). "Beliau bilang 'gantinya', dapat dilihat sendiri, silakan dicek di videonya."
Sementara itu, menanggapi warganya yang memberikan jeruk kepada Jokowi, Bupati Karo, Cory Sebayang menerangkan bahwa hal tersebut bukanlah sindiran ke pemerintah lantaran tidak pernah diperhatikan. Ia lantas menyebut bahwa pengiriman jeruk sebanyak satu truk itu merupakan inisiatif warga karena memiliki buah jeruk banyak.
(wk/tiar)