Kabar peretasan ini telah dikonfirmasi oleh pihak BNPB Indonesia sendiri. Saat ini, pihak BNPB masih berupaya untuk melakukan pemulihan dan mendapatkan kembali akun YouTube mereka.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 09 Desember 2021 - 14:42 WIB
WowKeren - Kanal YouTube milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diretas. Saat ini, apabila kanal YouTube BNPB Indonesia dibuka maka yang muncul adalah Ethereum 2.0. Kabar peretasan ini telah dikonfirmasi oleh pihak BNPB sendiri.
"Iya (YouTube BNPB Indonesia) di-hack," ujar Humas BNPB kepada merdeka.com pada Kamis (9/12).
Saat ini, pihak BNPB masih berupaya untuk melakukan pemulihan dan mendapatkan kembali akun YouTube mereka. "Saat ini kami sedang proses pulihkan akunnya," tambahnya.
Hingga berita ini ditulis, kanal YouTube BNPB Indonesia yang diganti nama menjadi Ethereum 2.0 masih menayangkan siaran langsung bertajuk "Ethereum CEO: Ethereum Breakout! Ethereum News, ETH 2.0 RELEASE Date". Adapun video-video milik BNPB Indonesia masih tersedia dalam kanal YouTube tersebut.
Peretasan kanal YouTube BNPB Indonesia ini lantas ditanggapi oleh Alfons Tanujaya selaku pakar keamanan siber dari vaksin.com. Alfons menduga kanal YouTube milik BNPB Indonesia kena retas karena tidak menggunakan fitur Two Factor Authentication (TFA) dan menggunakan password yang sama. Hal itu, tutur Alfons, memudahkan peretas untuk melancarkan aksinya.
"Ya rasanya kemungkinan besar pengambilalihan terjadi pada akun yang tidak diproteksi dengan Two Factor Authentication," jelas Alfons kepada CNN Indonesia.
Alfons juga menilai pengguna akun media sosial kerap ditemui menggunakan password yang sama di banyak akun. Dengan demikian, jika ada satu akun yang bocor maka akun lainnya akan turut mudah dibobol.
Menurut Alfons, salah satu penyebab akun media sosial bisa diretas adalah dari akun email yang berhasil dikuasai pihak lain. Akun media sosial yang menggunakan email tersebut kemudian dapat diambil alih dengan mudah oleh peretas lantaran verifikasi TFA atau pergantian akun umumnya dilakukan via akun email.
Terkait peretasan kanal YouTube BNPB Indonesia, Alfons juga menduga adanya kemungkinan akun tersebut diserahkan kepada tim pengelola sehingga diketahui beberapa pihak. "Kemungkinan juga akun tersebut diambil alih karena akun ini digunakan dan dikelola oleh tim, sehingga akun ini di-share," ungkapnya.
Adapun pembajakan kanal YouTube BNPB Indonesia ini menurut Alfons bertujuan untuk mendapat akses ke akun tersebut. Oleh sebab itu, Alfons mengimbau semua pihak untuk melindungi kredensial yang ada dan mengelola dengan baik, serta menggunakan password manager dan mengaktifkan TFA demi menghindari peretasan serupa.
(wk/Bert)