Aksi penjarahan tersebut baru ketahuan kala BPBD Kabupaten Malang mendampingi warga mengevakuasi barang-barang yang ada di dalam rumah di Dusun Sumbersari pada Senin (6/12).
- Bertilia Puteri
- Kamis, 09 Desember 2021 - 16:36 WIB
WowKeren - Erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12) membuat banyak warga di wilayah sekitar terpaksa meninggalkan rumahnya untuk mengungsi. Namun sayangnya, ribuan rumah warga yang terdampak erupsi Gunung Semeru justru banyak dijarah.
Hal ini diungkapkan oleh personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Sarianto. Adapun rumah-rumah yang menjadi sasaran penjarahan ini tersebar di tujuh desa di dua kecamatan.
"Ternak yang dijarah itu seperti ayam, sedangkan sapi atau kambing tidak ada (yang dijarah)," ungkap Sarianto, dilansir detikcom pada Kamis (9/12). "Kompor juga banyak yang diambil. Mereka banyak yang mengeluh kalau rumahnya dijarah."
Menurut Sarianto, aksi penjarahan tersebut baru ketahuan kala BPBD Kabupaten Malang mendampingi warga mengevakuasi barang-barang yang ada di dalam rumah Dusun Sumbersari pada Senin (6/12). Sarianto mengungkapkan bahwa warga tidak melaporkan penjarahan ini ke pihak kepolisian.
"Kalau laporan (ke polisi) enggak ada, hanya saja mereka (warga) mengeluh saat didampingi petugas," ujar Sarianto.
Pihak BPBD Kabupaten Malang dan juga BPBD Kota Batu serta sejumlah relawan lantas bersiaga di lokasi hingga malam hari untuk mengantisipasi aksi penjarahan tersebut. Mereka menghalau warga yang datang hanya karena ingin melihat lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru.
"Kami juga menghalau warga atau masyarakat yang datang karena ingin melihat lokasi terdampak atau warga yang ingin selfie di lokasi kejadian. Jadi seperti memblokade," tuturnya. "Saat ini warga masih trauma. Biasanya mereka (warga) siang itu kembali ke rumahnya. Lalu beranjak sore kembali ke pengungsian atau ke sanak keluarganya."
Sementara itu, warga yang rumahnya terdampak material vulkanik Gunung Semeru hingga kini masih belum mau kembali ke kediaman masing-masing.
Sementara itu, warga yang rumahnya terdampak material vulkanik Gunung Semeru hingga kini masih belum mau kembali ke kediaman masing-masing. Belasan korban selamat bahkan memilih untuk mengungsi ke Probolinggo karena trauma dengan guguran awan panas yang terjadi sebelumnya.
Diketahui ada sekitar 12 orang korban erupsi Gunung Semeru memilih untuk mengungsi ke Probolinggo. Mereka merupakan warga Dusun Rentang, Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Keduabelas korban itu diketahui merupakan saudara.
(wk/Bert)