Direktur Jenderal Departemen Pengendalian Penyakit (DDC) Suwanchai Wattanayingcharoenchai menyatakan keprihatinannya bahwa mungkin akan ada peningkatan kasus COVID-19 pasca Hari Valentine.
- Rabu, 09 Februari 2022 - 19:09 WIB
WowKeren - Departemen Pengendalian Penyakit (DDC) Thailand merekomendasikan pasangan untuk mengikuti tes COVID-19 sebelum berhubungan badan di Hari Valentine. Paling tidak, pasangan disarankan untuk mengikuti rapid tes antigen.
Pada Rabu (9/2), Direktur Jenderal DDC Suwanchai Wattanayingcharoenchai menyatakan keprihatinannya bahwa mungkin akan ada peningkatan kasus COVID-19 pasca Hari Valentine. Ia mengingatkan bahwa semua orang harus tetap waspada terhadap penyebaran COVID-19 bahkan saat banyak pasangan berkencan dan menikmati makan malam bersama di hari kasih sayang itu.
Suwanchai merekomendasikan agar mereka yang ingin mengikuti acara atau pesta harus mengevaluasi risiko menggunakan aplikasi Thai Save Thai. Dan untuk seks yang aman, tutur Suwanchai, pasangan harus dites negatif pada tes antigen sebelum melakukannya.
Tahun lalu, Departemen Kesehatan Thailand telah merilis rekomendasi "seks aman" COVID-19. Rekomendasi tersebut meliputi memakai masker wajah (dan juga kondom), menemukan posisi yang tidak berhadap-hadapan, dan menghindari saliva. Namun karena saat ini sudah banyak warga yang telah menerima vaksinasi COVID-19 penuh dan mudahnya akses alat tes COVID-19 di rumah, Suwanchai mengatakan rekomendasinya diperlonggar.
Di sisi lain, jumlah kasus COVID-19 harian Thailand menembus angka 10 ribu akhir pekan lalu. Oleh sebab itu, pemerintah Thailand berencana untuk mengubah cara pelaporan kasus COVID-19 harian.
Dalam tes dua hari seminggu, laporan pemerintah hanya akan fokus pada kematian dan kasus serius di mana orang perlu dirawat di rumah sakit dengan ventilator, atau menderita pneumonia. Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand mengatakan bahwa meskipun infeksi meningkat, jumlah kematian dan kasus serius stabil. Cara pelaporan kasus COVID-19 yang baru ini bertujuan untuk mengurangi kecemasan publik di Thailand.
Setelah adanya program vaksinasi, tingkat kematian COVID-19 di Thailand telah turun dari 2 persen menjadi 0,22 persen. Kementerian mengatakan ingin menciptakan pemahaman publik bahwa orang dapat menyeimbangkan hidup mereka dan hidup dengan COVID-19 dengan aman.
(wk/Indr)