Polisi Kini Wara-wiri di Wawonii, Warga Penolak Tambang Sembunyi Ketakutan?
Instagram/ wawonii_info
Nasional

Aparat kepolisian kini berjaga di Wawonii, Sulawesi Tenggara, usai terjadi bentrok antar warga terkait tambang. Keberadaan polisi bersenjata itu pun sukses membuat warga ketakutan.

WowKeren - Warga di Desa Roko-Roko Raya, Pulau Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara sempat bentrok terkait pro kontra aktivitas tambang di wilayah mereka. Kini warga Waloni pun dilanda ketakutan dan kecemasan lantaran sudah hampir seminggu aparat kepolisian berjaga di desa mereka.

Hal itu diungkap oleh seorang warga. Bahkan beberapa orang harus bersembunyi karena diancam akan dilaporkan ke polisi.

"Kondisi sekarang warga masih takut sama polisi terutama bagi warga yang terlapor. Untuk aparat sekarang masih ada," ujar warga tersebut pada Selasa (8/3), melansir Cnnindonesia.com.

"Untuk warga yang terlapor saat ini belum tahu, tapi katanya akan ada yang mau dilaporkan. Sekarang warga kebanyakan masih sembunyi khususnya yang terlapor di tahun 2019 lalu. Iya biasa bawa senjata. Itulah warga masih takut-takut sama polisi," sambungnya.

Sementara itu, KontraS (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) yang turut mendampingi warga korban penyerobotan tanah oleh PT GKP juga mengungkap hal serupa. Anggota Divisi Hukum KontraS, Abimanyu Septiadji menyebut warga Wawonii masih mengalami tekanan lantaran banyak aparat yang masih berseliweran. "Masih (berseliweran polisi), warga di sana terus mengalami tekanan," ungkap Abimanyu.


Abimanyu juga membahas ancaman dan intimidasi dari Direktur PT GKP, Bambang Murtiyoso. Direktur perusahaan tambang nikel itu mengancam akan melaporkan warga yang masih menolak dan menghalangi kegiatan tambang. Menurut Abimanyu, sikap Bambang itu menyalahi rekomendasi Komnas HAM pada 2019.

"Sikap beliau yang intimidatif dan cenderung menekan warga. Artinya, mereka tidak mengindahkan jalur dialog yang direkomendasikan Komnas HAM tahun 2019," katanya.

Dalam sebuah video yang beredar, terlihat Bambang sebagai Direktur GKP mengancam warga penolak tambang. Bambang menyebut bakal menangkap orang-orang yang menghalangi aktivitas tambang.

"Ini siap ditahan, menghalangi-halangi aktivitas tambang, bawa sore ini ke Polda. Tangkap dia. Jangan ada yang ikut, siapkan borgol. Semua kita tangkap, tak ada ruang gerak," kata Bambang.

Sementara itu, PT Gema Kreasi Perdana (GKP) melalui keterangan resminya membantah tudingan menyerobot tanah milik warga di di wilayah tersebut. Pihak GKP menegaskan telah membeli lahan tersebut secara sah.

"Lahan tersebut diperoleh dengan cara jual beli sah antara GKP dengan Ibu Wa Asinah melalui pemerintah desa setempat dengan proses jual beli lahan yang resmi, dimana lahan tersebut sudah dibeli pada tanggal 22 November 2021 lalu, yang berlokasi desa Sukarelajaya RT03 RW03 Kecamatan Wawonii Tenggara, Kabupaten Konawe Kepulauan, dengan luas lebih kurang 3.300 M2," pungkas Humas PT. GKP, Marlion.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait