Ganjar Pranowo Kembali Bertandang ke Desa Wadas, Berkomitmen Terus Dampingi Warga
Instagram/provjateng
Nasional

Kondisi Desa Wadas hingga saat ini masih dalam penjagaan polisi imbas kontroversi pengukuran lahan guna pembangunan Bendungan Bener. Gubernur Jateng pun kembali ke Desa Wadas untuk berdialog dengan warga.

WowKeren - Persoalan kontroversi pengukuran lahan di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, guna proyek pembangunan Bendungan Bener tampaknya hingga saat ini masih belum juga menemui titik terang.

Pada Rabu (9/3) kemarin, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo diketahui kembali bertandang ke Desa Wadas, dan membuka dialog dengan warga pro dan kontra tambang batu andesit. Dalam dialog tersebut selama hampir dua jam Ganjar mendengarkan alasan warga yang mendukung pembangunan Bendungan Bener.

Selain itu, Ganjar juga mendengarkan aspirasi yang disampaikan oleh kelompok warga kontra penambangan batu andesit. "Dipercepat, Pak (pembangunan Bendungan Bener), kalau bisa sebelum Lebaran," ujar warga yang mendukung.

Sementara untuk warga yang kontra terhadap pembangunan Bendungan Bener itu diketahui dipimpin oleh Baharudin dan Gus Fuad yang menyatakan tetap menolak menjual lahannya. Adapun sejumlah alasan yang disampaikan di antaranya adalah dampak lingkungan, khawatir kehilangan lahan pertanian, hingga pelaksanaan kegiatan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak dinilai tidak transparan.


Kemudian, salah satu warga yang diketahui identitasnya sebagai Fahrur meyampaikan rasa sakit hatinya kepada Ganjar lantaran dibohongi oleh kepala desa (Kades). Ia menjelaskan bahwa Kades tersebut bisa menang lantaran menandatangani kontrak politik untuk menolak tambang. Tetapi ketika telah menjadi Kades justru pro terhadap pembangunan Bendungan Bener.

"Ini menyakiti kami, rakyat dibohongi Pak, mohon maaf, yang sebenarnya yang membohongi kami bukan Pak Ganjar, tapi Kades kami sendiri," ujar Fahrur.

Di akhir dialog, Gus Fuad diketahui menyampaikan agar kegiatan pengukuran tanah maupun patroli polisi di Desa Wadas dihentikan selama bulan Ramadhan. Pihaknya berharap agar selama Ramadhan bisa beribadah dengan tenang.

Menanggapi pernyataan tersebut, Ganjar mengungkapkan komitmennya untuk terus mendampingi warga Wadas. Ia mengaku akan terus membuka ruang dialog dengan warga pro dan kontra, sehingga solusi bisa tercapai.

"Ada banyak informasi yang baru saya dengar hari ini (Rabu, 9/3)," terang Ganjar. "Ada juga pertanyaan yang belum bisa saya jawab. Izinkan saya mengklarifikasi ke pihak terkait agar saya mendapat data sejelas-jelasnya."

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait