Terlanjur Antre Berdesakan, Warga Kecewa Operasi Pasar Minyak Goreng di Lubuklinggau Sumsel Batal
Nasional

Ribuan warga mengantre di depan GOR Megang Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, sejak Kamis (10/3) pagi untuk mengikuti operasi pasar minyak goreng murah yang digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

WowKeren - Minyak goreng masih menjadi salah satu komoditas pangan yang paling dicari saat ini. Hal ini tampak dari ribuan warga yang mengantre di depan GOR Megang Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, sejak Kamis (10/3) pagi.

Mereka hendak mengikuti operasi pasar minyak goreng murah yang digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Sayanganya, operasi pasar tersebut justru batal digelar karena banyaknya warga yang datang.

Ribuan emak-emak rela mengantre demi mendapatkan minyak goreng murah. Namun mereka harus kecewa karena agenda tersebut dibatalkan dengan alasan keamanan.

Kala pihak Disprindag dan polisi mengumumkan pembatalan pelaksanaan operasi pasar tersebut, emak-emak yang hadir spontan meluapkan kekecewaan mereka. Bagaimana tidak? Banyak di antara mereka yang telah meninggalkan pekerjaannya demi mendapat minyak goreng murah tersebut.

Warga kemudian mencoba merangsek maju ke depan untuk menanyakan kejelasan. Petugas pun kembali mengklarifikasi bahwa operasi pasar minyak goreng murah akan dilaksanakan pada Jumat (11/3) besok dan diatur sesuai wilayah kelurahan masing-masing.

Di antara ribuan emak-emak yang kecele tersebut, ada seorang ibu hamil bernama Masturo. Ia mengaku cukup kecewa karena sudah mengantre lebih dari dua jam namun tiba-tiba agenda dibatalkan oleh petugas.


"Cukup kecewa karena saya sudah datang untuk mengantre sejak pukul 07.00 WIB, tapi ketika sudah lama tegak malah batal," ungkapnya.

Menurutnya, semua minyak goreng di Lubuklinggau habis, terutama di pasar dan toko. Masturo mengungkapkan bahwa suaminya sudah dua hari berkeliling mencari minyak goreng namun tidak ada satu pun penjual yang masih menyediakan.

"Kemarin setelah keliling dapat 1 Kg tapi harganya Rp 35 ribu, itu hanya bertahan hanya untuk beberapa hari saja," paparnya.

Sementara itu, seorang pedagang gorengan bernama Yati mengaku sudah empat hari tak berjualan karena tak bisa mendapat minyak goreng. Oleh sebab itu, Yati rela mengantre di depan GOR Megang untuk mendapat minyak goreng murah bagi kebutuhan rumah dan jualannya.

"Sudah empat hari libur jualan gorengan karena tak dapat minyak goreng. Itulah ngantre di sini kalau saja dapat minyak goreng untuk di rumah dan bisa sekalian untuk jualan," jelasnya.

Yati menilai operasi pasar beberapa waktu lalu tidak berdampak pada stabilitas harga pasar. Ia berharap kelangkaan minyak goreng ini akan segera berakhir.

"Harapan kami tidak banyak pak, kami ingin minyak goreng, tidak apa harganya mahal seperti tapi jangan langka seperti sekarang, capek keliling minyak tidak dapat," pungkasnya.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait