Warga Serang tampak antusias dengan adanya operasi minyak goreng murah di kota mereka. Salah satu warga pun turut mengungkap bagaimana susahnya mendapat minyak goreng.
- Amelia Nur Fatimah
- Kamis, 10 Maret 2022 - 17:25 WIB
WowKeren - Warga di sejumlah wilayah terus menghadapi kelangkaan minyak goreng. Jika pun tersedia, harga minyak goreng pun tak jarang melambung tinggi. Alhasil, warga pun harus berusaha menyesuaikan diri dengan keadaan tersebut.
Salah satu warga di Serang malah mengaku sudah 2 minggu lamanya memasak dengan cara direbus. Hal itu lantaran dirinya tak bisa menemukan minyak goreng di pasaran.
Hal itu terungkap saat Polres Serang Kota menggelar operasi minyak goreng murah di Alun-alun Kota Serang, pada Rabu (9/3) kemarin. Dalam gelaran operasi minyak goreng murah tersebut, Polres Serang Kota menyiapkan sekitar 9.000 liter minyak goreng untuk didistribusikan kepada warga. Kegiatan tersebut rencananya juga akan berlangsung setiap hari, sampai stok yang ada di polres habis.
Setiap harinya disiapkan sekitar 1.000-1.500 liter dan masing-masing mendapat 2 liter dengan harga Rp 14.000 per liter. Warga pun terlihat sangat antusias mengantre untuk membeli minyak goreng. Walaupun kegiatan tersebut digelar pada pukul 10.00 WIB, warga telah mengantre sejak pukul 09.00 WIB.
Antrean tidak hanya emak-emak, tetapi juga bapak-bapak. Bahkan seorang warga bernama Dewi mengaku baru kali ini mendapatkan minyak goreng seharga Rp 14.000 per liter. "Baru sekali ini, karena saya sudah dua minggu enggak dapat minyak. Masak juga direbus pakai air," curhatnya saat ditemui di lokasi, Rabu (9/3) melansir Tribunnews.com.
Dewi pun mengakui bahwa sebenarnya minyak goreng dua liter tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Meski begitu, Dewi tetap bersyukur karena akhirnya bisa mendapatkan minyak goreng dengan harga subsidi. Dewi juga berharap agar praktik penimbunan minyak goreng di tengah kelangkaannya ini segera teratasi.
"Harapannya sesegera didistribusikan gitu, yang suka nimbun-nimbun bisa segera didistribusikan. Kita kan jadi kesusahan yah, terutama ibu rumah tangga," ujar Dewi berharap.
Selain Dewi, ada warga lainnya, Mutmainah yang mengaku senang bisa mendapatkan minyak goreng subsidi. Ia mengungkapkan bahwa dengan minyak goreng tersebut, dirinya bisa membuat gorengan. "Alhamdulillah bisa buat bikin gorengan tempe di rumah," pungkasnya.
(wk/amel)