Salah satu wilayah Indonesia yakni Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, telah dilanda banjir bandang pada Rabu (9/3) lalu. Bencana alam ini lantas menimbulkan dampak bagi masyarakat.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Jumat, 11 Maret 2022 - 15:15 WIB
WowKeren - Bencana alam hingga saat ini masih kerap menerjang sejumlah daerah di Indonesia. Seperti yang baru-baru ini terjadi di Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng), di mana dilanda banjir bandang pada Rabu (9/3).
Akibat dari banjir bandang tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 178 hewan ternak mati. Sementara berdasarkan hasil kaji cepat tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai per Jumat (11/3), banjir bandang menyebabkan 8 unit rumah rusak berat, 7 unit rusak sedang, dan 17 unit rusak ringan.
Sementara itu, banjir bandang dilaporkan merendam pemukiman warga dengan tinggi muka air mencapai hingga 100 sentimeter. Meski demikian, kondisi air saat ini diketahui telah surut dan warga pun sudah mulai membersihkan sisa-sisa material lumpur yang terbawa banjir.
Tim BPBD Kabupaten Banggai bersama instansi terkait diketahui telah berkoordinasi dalam membantu proses evakuasi dan pembersihan material akibat banjir tersebut. Selain itu, bantuan logistik dan peralatan juga diberikan kepada warga yang terdampak banjir.
Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan adanya hujan dengan intensitas ringan, sedang, dan disertai petir masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Banggai hingga Minggu (13/3) mendatang.
Maka dari itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengimbau pemerintah dan masyarakat untuk mengantisipasi potensi bencana susulan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Kemudian, Muhari juga menyarankan upaya kepada masyarakat seperti pemantauan dan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS), pembersihan sampah maupun material lain yang dapat menyumbat aliran air dilakukan secara berkala.
Lebih lanjut, Muhari menuturkan juga perlu melakukan monitoring kondisi tanggul, jalan, dan jembatan hingga pemantauan debit air saat terjadi hujan lebat untuk mengantisipasi potensi banjir.
"Sebagai antisipasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana susulan, masyarakat di sepanjang aliran sungai agar melakukan evakuasi sementara jika terjadi hujan menerus dengan intensitas tinggi selama lebih dari satu jam," jelas Muhari dalam keterangan resmi, Jumat (11/3).
(wk/tiar)