Adapun perdamaian tersebut dilakukan melalui pertemuan dan negosiasi antara Forum Dosen SBM ITB dengan Rektor ITB pada Senin (14/3) hari ini. Imbas dari konflik tersebut, kegiatan belajar mahasiswa sempat terganggu.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Senin, 14 Maret 2022 - 19:24 WIB
WowKeren - Beberapa waktu lalu, Rektor dan Dosen Sekolah Bisnis Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) sempat terlibat konflik. Namun kini Rektor ITB, Reini Wirahadikusumah diketahui telah melunak dan sepakat untuk bernegosiasi dengan Forum Dosen SBM ITB terkait aturan-aturan tentang pengelolaan.
Koordinator Forum Dosen SBM ITB, Jann Hidayat menuturkan bahwa selama proses negosiasi berlangsung, sistem pengelolaan SBM ITB mengacu pada aturan lama yakni SK Rektor Nomor 203/SK/K01/KP/2003. Pada Senin (14/3) hari ini, petinggi ITB dan Forum Dosen SBM ITB itu diketahui menggelar pertemuan secara tertutup.
Adapun pertemuan itu, kata Hidayat, bertujuan untuk mencari titik temu terkait konflik pencabutan swakelola SBM ITB. Dalam pertemuan tersebut, Forum Dosen SBM ITB dan Rektor akan menegosiasikan aturan-aturan yang telah dikeluarkan agar menguntungkan kedua belah pihak.
Di sisi lain, sudah ada tiga aturan yang telah dikeluarkan oleh Rektok yakni Peraturan Rektor Nomor 1165 Tahun 2021 tentang Standar Biaya, kemudian Peraturan Rektor Nomor 1162 Tahun 2021 tentang Pencabutan Swakelola, serta Peraturan Rektor Nomor 25620 Tahun 2021 tentang Tata Kelola.
Mengingat kegiatan belajar mahasiswa sempat terganggu imbas dari konflik antara Dosen SBM dengan Rektor ITB, kini kedua belah pihak menyatakan bahwa kegiatan belajar dan mengajar serta pelayanan akademik di SBM ITB akan berjalan secara normal kembali. Keputusan ini tertuang dalam hasil rapat pimpinan ITB dengan dosen dan purnabakti SBM ITB di Auditorium Gedung CRCS, Jalan Ganesa 10, Kota Bandung, Senin (14/3).
Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Maysrakat ITB, Naomi Haswanto mengatakan bahwa selain kesepakatan perkuliahan dimulai kembali, pihak rektor dan dosen juga menyatakan pengajar di kampus tidak akan mogok beroperasi. Kemudian, pimpinan ITB juga akan membahas dan mendiskusikan lebih lanjut hasil pertemuan hari ini.
Menurut Naomi, pihak pimpinan ITB akan melakukan pertemuan lanjutan untuk membahas hal teknis. Di sisi lain, Rektor ITB Reini juga telah meminta maaf kepada masyarakat atas adanya polemik antara Forum Dosen SBM ITB dengan pihak Rektor ITB.
"Pertama-tama, mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada publik bahwa kami membuat sedikit keributan yang diakibatkan oleh kami," ujar Reini dalam konferensi pers, Senin (14/3). "Jadi sesuatu yang tidak disengaja akan selalu kita koreksi sengaja maupun tidak disengaja."
Kemudian Reini juga meminta maaf kepada orangtua mahasiswa atas mogoknya Forum Dosen SBM ITB yang menuntut swakelola sejak 8 Maret 2022. "Amanah yang kami jaga menjadi alumni berkontribusi penyelesaian masalah bangsa seperti para alumni dari masa ke masa," lanjutnya.
(wk/tiar)