Pengelola mengungkap rencana mendirikan sekolah mengemudi setelah melihat banyaknya kasus kecelakaan yang melibatkan armada Transjakarta. Rencananya, Dirut Transjakarta juga ingin membangun Bus Academy.
- Amelia Nur Fatimah
- Rabu, 16 Maret 2022 - 09:48 WIB
WowKeren - Transjakarta menjadi sorotan karena sering terlibat dalam kecelakaan lalu lintas. Padahal, Transjakarta diketahui telah memiliki jalur lintasannya sendiri. Di tahun 2022 saja, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya mencatat terdapat 17 kasus kecelakaan Transjakarta dan pengendara motor.
Dari 17 kecelakaan tersebut 3 korban meninggal, tiga orang luka berat, 7 luka ringan, serta kerugian materi. Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan kepolisian sedang melakukan evaluasi terhadap tingginya kasus kecelakaan yang melibatkan bus Transjakarta ini.
"Jadi kita mengevaluasi selama tahun 2022 ini, terjadi 5 kecelakaan di bulan Januari, 7 di bulan Februari, dan dari 1-14 Maret itu ada 5 kecelakaan sehingga total 17 kecelakaan yang melibatkan Transjakarta," kata Sambodo di Monas pada Selasa (15/3).
Sementara itu, pihak Transjakarta bakal membuat sekolah mengemudi untuk para sopir bus guna meminimalisir kecelakaan. Hal ini diungkapkan Dirut Transjakarta Yana Aditya menanggapi rentetan kecelakaan yang kembali terjadi dalam dua hari terakhir.
"Salah satu yang kita inginkan, pramudi kita juga memiliki keahlian seperti yang spesifik terkait dengan keahlian mengemudi di Transjakarta," ujar Yana Aditya di gedung DPRD DKI, Selasa (15/3).
Yana menyebut mengemudikan bus Transjakarta butuh keahlian khusus. Pasalnya armada bus Transjakarta lebih besar dan harus konsisten mengemudi dengan sistem transportasi bus rapid transit (BRT).
"Sebenarnya kami ingin jadikan sekolah, namanya Bus Academy. Harapannya semua pengemudi, terutama yang di Transjakarta bisa mengikuti sekolah itu," bebernya.
Dengan adanya sekolah mengemudi ini, diharapkan seluruh sopir Transjakarta punya keahlian yang sama. Pasalnya, perekrutan sopir bus selama ini diserahkan kepada masing-masing operator bus.
"Pengemudi itu perekrutan dari operator, jadi kami dalam posisi untuk mengawasi. Dengan sekolah mengemudi nanti akan ada standar yang sama," tuturnya.
Sebelumnya, hal serupa juga diungkap oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Ahmad Riza rupanya juga telah mendapat laporan dari Dirut Transjakarta soal rencana sekolah mengemudi tersebut.
"Pak Dirut sampaikan ke saya, nanti akan dibangun dan dibuat sekolah bagi pengemudi. Kalau sekarang kan pilot ada sekolahnya, nahkoda juga ada sekolahnya, masinis pun ada, nah nanti bawa mobil juga ada sekolahnya," pungkas Riza Patria di DPRD DKI, Senin (14/3).
(wk/amel)