Usai Tak Lagi Tes Untuk Perjalanan, 2022 Indonesia Bebas Masker?
Unsplash/Alin Luna
Nasional

Wacana Indonesia bebas masker tahun 2022 muncul usai pemerintah melakukan sejumlah relaksasi kebijakan aturan COVID-19. Pihak Kemenkes dan Satgas COVID-19 pun ikut buka suara.

WowKeren - Pemerintah Indonesia telah mencabut aturan tes Antigen-PCR untuk para pelaku perjalanan sejak Selasa (8/3) lalu. Belakangan, wacana bebas masker 2022 juga ramai menjadi perhatian bagi publik Tanah Air. Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi merespons wacana tersebut.

Bebas masker sendiri sudah telah dilakukan oleh Inggris, Denmark dan Perancis. Wacana bebas masker muncul di Indonesia setelah pemerintah mulai melakukan sejumlah relaksasi pada masa uji coba transisi pandemi menjadi endemi COVID-19.

Nadia menyampaikan bahwa pemerintah masih belum bisa menetapkan kebijakan itu lantaran perkembangan kasus COVID-19 sangat dinamis. Karena itu, Nadia eminta agar seluruh masyarakat tetap disiplin memakai masker terutama saat di fasilitas publik.

"Soal bebas masker tahun ini belum tahu ya. Yang jelas kita terus monitor tren penanganan COVID-19 ini, kalau terus membaik pelonggaran protokol kesehatan (prokes) akan kita lakukan secara bertahap," kata Nadia, Kamis (17/1) melansir Cnnindonesia.com.


Diketahui bahwa untuk prokes COVID-19 lain seperti jaga jarak juga telah direlaksasi. Seperti mulai dihapusnya stiker jaga jarak di transportasi umum seperti Kereta Rel Listrik (KRL) dan Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta.

Tak menutup kemungkinan prokes jaga jarak juga akan dikendorkan terutama terkait ibadah jelang Ramadan. Ia sekaligus memastikan, saat ini pemerintah masih menyusun peta jalan uji coba menuju endemi. Namun sebelum itu, Indonesia harus mencapai 2 kondisi, yakni fase pengendalian pandemi dan fase pra endemi.

"Kita tahu pelonggaran prokes itu kan bisa saja misalnya jaga jarak, misalnya pada kegiatan-kegiatan tertentu seperti aktivitas di tempat ibadah. Karena kita akan memasuki bulan Ramadan, mungkin jaga jarak ini sudah tidak dijadikan menjadi salah satu indikator," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Zubairi Djoerban secara terpisah mewanti-wanti pemerintah dan warga untuk berhati-hati dalam mengendorkan prokes COVID-19 meski kasus mulai menunjukkan tren penurunan. Zubair mengimbau agar masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan 5M.

"Tolong bertahap, jadi jangan lepas masker. Tidak perlu tes antigen ketika naik kendaraan umum, karantina dihilangkan, namun terkait mengenai masker mohon itu lebih baik hati-hati, dari pada nanti tertular. Walaupun sudah vaksinasi tiga kali, tertular itu tetap bikin tidak nyaman," pungkas Zubairi.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait