Kapal Nelayan Pembawa 89 TKI Ilegal Tenggelam di Selat Malaka, 2 Orang Tewas dan 26 Hilang
Nasional

Kapal nelayan yang berencana membawa 89 TKI ilegal ke Malaysia bernasib nahas. Kapal itu tenggelam diduga karena kelebihan muatan hingga menyebabkan 2 penumpang tewas.

WowKeren - Kapal pembawa 89 orang TKI ilegal tenggelam usai dihantam ombak di Perairan Tanjung Api, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, saat akan menuju ke Malaysia pada Sabtu (19/3). Petugas Basarnas Tanjung Balai, bersama TNI dan Polri, berhasil mengevakuasi 61 orang dalam kondisi selamat dan dua orang dinyatakan tewas. Sementara itu, 26 orang masih dinyatakan hilang.

"Penumpang kapal yang karang ini merupakan PMI ilegal, dan akan diberangkatkan ke Malaysia," ujar Komandan Pos Badan Sar Nasional Tanjungbalai Asahan (Basarnas TBA), Ady Pandawa.

Dua orang TKI ilegal disebutkan tewas dalam insiden tenggelamnya kapal nelayan itu. Keduanya merupakan Anastasyah Ponis (43) warga Nusa Tenggara Timur dan Basman (53) warga Sulawesi Selatan.

"Dua di antara TKI ilegal yang berhasil kami amankan dalam keadaan meninggal dunia, atas nama Anastasyah Ponis warga NTT, dan Basman warga Sulawesi Selatan," ungkap Ady Pandawa.


Pandawa menjelaskan bahwa saat ini kapal rescue milik pos Sar TBA sedang menuju ke pelabuhan panton untuk dipastikan siapa-siapa saja korban selamat yang berada di kapal rescue. "Saat ini, yang lain masih menuju kemari," ujarnya.

Tragedi kapal tenggelam itu diketahui terjadi pada Sabtu (19/3) pukul 06.00 WIB. Ady Pandawa mengatakan kapal pembawa PMI ilegal tersebut dipastikan kapal kayu milik nelayan untuk mencari ikan. Pandawa menduga, selain karena ombak, kapal kayu tersebut karam karena adanya kelebihan muatan yang mengakibatkan kapal tidak seimbang dan tenggelam. Dua pekerja kamar mesin kapal pengangkut P-MI itu pun kini sudah diamankan petugas.

"Dikonfirmasi ke kami, kapal tersebut merupakan kapal nelayan yang hendak membawa 89 TKI ilegal menuju negara Malaysia dengan menggunakan jalur tidak resmi. Dugaan sementara kami kapal tersebut kelebihan muatan, karena kapal nelayan membawa 89 orang didalamnya," kata Pandawa.

Saat ini timnya sudah berhasil membawa para korban dengan menggunakan kapal Sar milik Badan Sar Nasional Tanjungbalai Asahan. "Kami sudah on board, saat ini menuju pelabuhan panton," pungkasnya.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait