Tiongkok Resmi Nyatakan 132 Orang Tewas di Kecelakaan China Airlines, Kotak Hitam Kedua Ditemukan
pixabay.com/Ilustrasi/ThePixelman
Dunia

Administrasi Penerbangan Sipil Tiongkok menyatakan jika identitas dari 120 korban telah berhasil diidentifikasi, terdiri dari 114 penumpang dan 6 orang awak.

WowKeren - Tiongkok telah mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan bahwa tidak ada korban selamat dari kecelakaan yang melibatkan pesawat maskapai China Airlines beberapa waktu lalu. Meski sudah ada laporan yang menyatakan bahwa semua 132 orang tewas dalam penerbangan itu, namun belum ada pernyataan resmi hingga kini.

Penerbangan China Eastern dari kota Kunming di barat daya Tiongkok terbang pada ketinggian 29.000 kaki (8.800 meter) pada hari Senin (21/3) ketika tiba-tiba menukik ke daerah pegunungan, tak lama sebelum mulai turun ke bandara di Guangzhou, ibu kota provinsi di pantai tenggara Tiongkok. Menurut data pelacakan online, armada Boeing 737-800 tersebut dengan cepat turun ke ketinggian 7.850 kaki (2.400 meter) hanya dalam waktu satu menit.

Hu Zhenjiang, wakil direktur jenderal Administrasi Penerbangan Sipil Tiongkok, menyatakan jika identitas dari 120 korban telah berhasil diidentifikasi. Ke-120 korban yang berhasil diidentifikasi tersebut terdiri dari 114 penumpang dan 6 awak.


"Semua 123 penumpang dan sembilan awak penerbangan MU5735 dari maskapai China Eastern telah tewas di dalam pesawat pada 21 Maret," ujarnya dalam konferensi pers, Sabtu (26/3). "Identitas 120 korban telah ditentukan dengan identifikasi DNA."

Pada Minggu (27/3), tim pencari telah berhasil menemukan kotak hitam kedua dari puing-puing pesawat Boeing 737-800 China Eastern Airlines yang menabrak lereng gunung di Tiongkok selatan. Sebelumnya, kotak hitam pertama yang merekam suara kokpit ditemukan pada hari Rabu, dan telah dikirim ke Beijing untuk diperiksa oleh para ahli.

Kotak hitam kedua digali dari lereng di lokasi kecelakaan sekitar pukul 09:20 waktu setempat dalam kondisi berlumpur akibat hujan dalam beberapa hari terakhir. Media pemerintah menyebutkan jika perangkat itu ditemukan 40 meter dari titik tumbukan dan 1,5 meter (5 kaki) di bawah permukaan tanah.

China Eastern merupakan salah satu dari empat maskapai besar Tiongkok. Maskapai mengatakan pesawat yang jatuh berusia hampir tujuh tahun namun telah memenuhi semua persyaratan kelaikan udara sebelum penerbangan.

(wk/zodi)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait