Kisah Miris ODGJ Pengidap Epilepsi di Blora Tewas Membusuk Berbulan-bulan Tanpa Diketahui Warga
Unsplash/En. ji
Nasional

Dua orang ODGJ tinggal sendiri dalam sebuah rumah di Blora, Jawa Tengah. Salah satu ODGJ berakhir ditemukan tewas membusuk dalam gulungan kasur setelah berbulan-bulan lamanya.

WowKeren - Nasib tragis menimpa seorang perempuan yang hidup sendiri di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Wanita yang mengidap ODGJ sekaligus epilepsi itu meninggal dunia di rumahnya seorang diri tanpa ada tetangga yang tahu.Kematian wanita penyandang ODGJ itu pun akhirnya disadari setelah berbulan-bulan lamanya sehingga kondisi mayat sudah membusuk.

Perempuan warga Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah itu pun ditemukan tewas membusuk di dalam gulungan kasur di rumahnya. Kematian perempuan pengidap ODGJ itu akhirnya diketahui setelah ada kerabat yang pulang ke kampung halaman untuk mudik.

Hal itu diungkap oleh Kapolsek Randublatung, AKP Les Pujianto. Penemuan mayat itu berawal dari Andi Sudjana (65) mudik di kampung halamannya di Gang Dokaran RT 03/01 Kelurahan/Kecamatan Randublatung, pada Minggu (24/4) malam.

"Sesampainya di rumah, ia mencium bau busuk dari dalam kamar," ujar AKP Les Pujianto menuturkan, Selasa (26/4).

Sementara itu, Wiro, adik Andi Sudjana yang juga mengidap gangguan jiwa tidak ada di rumah tersebut. Keesokan harinya, Andi pun menemukan sesosok mayat wanita yang sudah dalam kondisi membusuk di dalam gulungan kasur di rumah tersebut.


"Keesokan harinya, Andi menemukan gulungan kasur yang di dalamnya ada sesosok mayat wanita dalam keadaan membusuk," sambung AKP Les Pujianto.

Mengetahui itu, saksi pun melaporkan temuannya tersebut ke ketua RT setempat kemudian diteruskan ke Polsek. Selanjutnya, petugas kepolisian bersama tim medis menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP.

"Dari hasil pemeriksaan tim medis, mayat berjenis kelamin perempuan itu bernama Sriyani (35) warga Dukuh Ngrangkong RT. 1/4 Desa Jeruk Kecamatan Randublatung dan diperkirakan sudah meninggal berbulan-bulan lamanya," terang Les Pujianto.

“Kesimpulan dari tim medis, korban sudah meninggal lama sehingga jasadnya sudah busuk dan mengering," lanjutnya.

Selanjutnya, jenazah pun diserahkan ke pihak keluarga untuk dikebumikan di Desa Jeruk. Adapun, setelah dikumpulkan informasi dari beberapa saksi, termasuk memanggil kepala desa Jeruk dan keluarga korban, diketahui Sriyani dan Wiro sudah tinggal di rumah selama 2 tahun. Keduanya sama-sama mengalami gangguan jiwa.

“Dari keterangan keluarganya, korban mengidap penyakit epilepsi dan gangguan jiwa menahun,” pungkasnya.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait