Pembelaan Singapura Usai Dikritik Karena Eksekusi Mati WN Malaysia Penyandang Disabilitas
Unsplash/Joshua Ang
Dunia

Pria bernama Nagaenthran Dharmalingam tersebut divonis hukuman mati karena perdagangan narkoba pada tahun 2010 dan telah dieksekusi di penjara Changi Singapura pada Rabu (27/4) kemarin.

WowKeren - Keputusan Singapura untuk mengeksekusi mati warga Malaysia penyandang disabilitas intelektual menuai kritik dari dunia internasional. Pria bernama Nagaenthran Dharmalingam tersebut divonis hukuman mati karena perdagangan narkoba pada tahun 2010 dan telah dieksekusi di penjara Changi Singapura pada Rabu (27/4) kemarin.

Dharmalingam ditangkap usai polisi menemukan 42,7 gram (1,5 ons) heroin diikatkan di pahanya. Pengacara dan aktivis telah mengatakan bahwa IQ Dharmalingam berada di angka 69, tingkat yang diakui sebagai cacat intelektual. Namun ia akhirnya dihukum gantung kemarin pagi, setelah beberapa tantangan hukum dan permohonan grasi gagal.

Pihak otoritas Singapura lantas membela keputusan mereka untuk mengeksekusi Dharmalingam. Biro Narkotika Pusat Singapura mengatakan bahwa aksi Dharmalingam merupakan "keputusan yang disengaja, bertujuan dan diperhitungkan". Biro tersebut juga mengutip temuan pengadilan yang menyatakan bahwa Dharmalingam "tahu apa yang dia lakukan".

Sementara Kamar Jaksa Agung mengatakan bahwa Dharmalingam telah diberikan pengadilan yang adil. Ia juga telah "menghabiskan hak bandingnya dan hampir setiap jalan lain di bawah hukum selama sekitar 11 tahun".


Sebagai informasi, kasus ini menarik perhatian dunia internasional. Sekelompok pakar PBB dan miliarder Inggris, Richard Branson, bergabung dengan aktivis HAM untuk mendesak Singapura meringankan hukuman mati bagi Dharmalingam.

Sementara Uni Eropa dan Amnesty International juga menyebut hukuman tersebut "tidak manusiawi". Mereka telah mendesak Singapura untuk memberlakukan moratorium eksekusi.

Namun pemerintah Singapura mengatakan bahwa hukuman mati merupakan pencegahan terhadap perdagangan narkoba dan sebagian besar warganya mendukung hukuman mati. Adapun pengedar narkoba lainnya, Datchinamurthy Kataiah, akan dieksekusi besok.

Sebelumnya, ratusan orang yang menunjukkan penentangan mereka terhadap hukuman mati juga sempat berkumpul di Taman Hong Lim. Satu-satunya tempat di mana pemerintah Singapura mengizinkan pertemuan umum. Ada juga protes kecil di luar Kedutaan Besar Singapura di ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait