Kasus Hepatitis Akut di Indonesia hingga saat ini masih belum diketahui penyebabnya. Menurut juru bicara Kemenkes RI, ada enam dugaan penyebab penyakit tersebut berdasarkan data UK Health Security Agency.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 25 Mei 2022 - 00:07 WIB
WowKeren - Kementerian Kesehatan mencatat 16 kasus dugaan Hepatitis Akut misterius pada anak di Indonesia per Senin (23/5). Dari 16 kasus dugaan Hepatitis Akut tersebut, salah satu pasien dinyatakan positif terpapar COVID-19.
"Dari 16 kasus diduga Hepatitis Akut, ada satu pasien dinyatakan positif COVID-19," ungkap Juru Bicara Kemenkes, Mohammad Syahril, da;a, konferensi pers pada Selasa (24/5).
Meski demikian, Syahril belum mengungkapkan dari wilayah mana pasien COVID-19 yang diduga terinfeksi Hepatitis Akut itu berasal. Selain COVID-19, ada satu kasus dugaan Hepatitis Akut yang dinyatakan positif Cytomegalovirus (CMV).
"Patogen lain yang telah ditemukan pada pasien yang diperiksa ini, satu orang ini adalah cytomegalovirus," terangnya.
Sedangkan terkait hipotesis Hepatitis Akut disebabkan oleh Adenovirus, Syahril mengatakan bahwa virus tersebut belum terdeteksi di Tanah Air. "Sampai saat ini, tidak ditemukan pasien diduga hepatitis akut yang positif Adenovirus," paparnya.
Sebagai informasi, kasus Hepatitis Akut di Indonesia hingga saat ini masih belum diketahui penyebabnya. Menurut Syahril, ada enam dugaan penyebab penyakit tersebut berdasarkan data UK Health Security Agency.
Enam dugaan penyebab Hepatitis Akut tersebut antara lain adenovirus biasa, adenovirus varian baru, sindrom post-infeksi SARS-CoV-2, paparan obat, lingkungan, atau toksin, patogen baru, kemudian varian baru SARS-CoV-2. "Ini hipotesis-hipotesis, atau kemungkinan-kemungkinan, atau dugaan-dugaan sebagai penyebab hepatitis akut," tuturnya.
Syahril mengatatakan bahwa hipotesis tersebut terjadi di Inggris dan Amerika. Sedangkan di Indonesia, tinggal menunggu informasi terbaru hasil penelitian dugaan penyabab Hepatitis Akut tersebut.
"Nanti kita ikuti saja karena ini baru hipotesis, kita akan mengarah ke enam hipotesis itu yang menjadi dugaan kuat oleh para ahli atau para ilmuwan," tukasnya.
Di sisi lain, Eric Kremer, peneliti virus di Institut Genetika Molekuler Montpellier menilai ada banyak hal tak masuk akal terkait Hepatitis Akut ini. Bukti terbaik yang tersedia menunjukkan penyakit perut yang cukup umum yang tidak diketahui menyebabkan masalah hati pada anak-anak sehat. Virus itu terdeteksi dalam darah anak-anak yang terkena penyakit itu, tetapi anehnya virus itu tidak ditemukan di hati mereka yang sakit.
(wk/Bert)