Mahasiswa Muslim di Thailand Protes dan Kutuk Keputusan Pemerintah Legalkan Ganja
Dunia

Perguruan tinggi tersebut meminta semua anggota parlemen, terutama Muslim, dan lembaga terkait, yang mendukung UU tersebut untuk mempertimbangkan kembali keputusan mereka.

WowKeren - Siswa, guru, dan dewan Sekolah Tinggi Teknologi Songkla Santiwit di provinsi Songkla, Thailand, mengutuk keputusan pemerintah untuk mendekriminalisasi ganja dan menggelar aksi protes pada Selasa (14/6). Perguruan tinggi tersebut meminta semua anggota parlemen, terutama Muslim, dan lembaga terkait, yang mendukung UU tersebut untuk mempertimbangkan kembali keputusan mereka.

Seorang perwakilan siswa membacakan deklarasi menentang undang-undang ganja, yang diluncurkan oleh Asosiasi Konfederasi Sekolah Swasta Thailand Selatan. Ada lima tuntutan yang mereka bawa.

Yang pertama, anggota parlemen harus mempertimbangkan pendapat dan keputusan mereka tentang dekriminalisasi ganja. Kedua, anggota parlemen Muslim yang setuju dengan aturan tersebut harus mempertimbangkan tugas mereka sebagai anggota komunitas Muslim.

Lalu yang ketiga, siswa dari setiap afiliasi harus melarang dekriminalisasi ganja. Keempat, pemerintah diminta serius menangani masalah pengangguran. Adapun yang kelima, Asosiasi Profesional Thailand Masa Depan ingin memuji semua anggota parlemen Muslim yang melarang dekriminalisasi ganja.


Perwakilan mahasiswa kemudian menyerukan Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha dan kabinetnya untuk mundur. Kelompok itu percaya bahwa pemerintah saat ini adalah yang terburuk dalam sejarah Thailand.

Pemerintah Thailand saat ini dinilai telah menghancurkan ekonomi dan membuat orang lebih menderita dari rezim sebelumnya. Pemerintah juga disebut tidak menyelesaikan masalah apa pun, hanya menciptakannya.

"Thailand membutuhkan perdana menteri yang lebih peduli pada rakyat daripada kekuasaannya. Thailand membutuhkan perdana menteri yang melakukan hal yang benar lebih dari seorang perdana menteri yang hanya peduli dengan hasil survei yang dibuat oleh beberapa politisi," ujarnya. "PM Prayut tidak memiliki visi atau kepemimpinan. Dia tidak bisa mengumpulkan orang-orang berbakat untuk bekerja bagi negara. Apa yang bisa dia lakukan adalah membual tentang royalti negara dan mengabaikan korupsi."

Sementara itu, Direktur Sekolah Tinggi Teknologi Songkla Santiwit, Mangsot Ma-teh, mendukung pendirian anti-ganja yang kuat dari para siswa. Ia menilai bahwa ganja merupakan obat yang harus dijauhi semua orang dan mengatakan bahwa Muslim harus tegas dengan prinsip-prinsip agama mereka. Oleh sebab itu, anggota parlemen Muslim yang memberi lampu hijau untuk aturan itu dinilai harus dikutuk.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait