Stigma 'killer' kerap kali membayangi para guru Matematika dan Fisika. Namun, hal ini tak berlaku bagi Kalingga Apriliya. Metode belajar asyiknya justru membuat para siswa jatuh cinta, lho. Bagaimana bisa?
- Jun 27, 2022
WowKeren - Kalingga mengakui bahwa dirinya bukan berasal dari siswa yang cerdas. Berbekal rasa penasaran dan dendam pada ilmu eksak, ia akhirnya melampiaskannya dengan berkuliah di jurusan Pendidikan Fisika, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA.
"Aku bukan dari siswa yang pintar atau cerdas. Justru aku sangat terbatas. Aku merasa aku enggak pernah mengerti sama hitung-hitungan," kenang Kalingga. "Aku ketemu sama guru Fisika, namanya Pak Yunus. Dia mendoktrin, 'kalau penasaran sama ilmu eksak, kamu bisa kuliah ambil jurusan itu'. Dan aku pikir itu efektif untuk rasa dendamku yang mendalam tentang ilmu eksak."
Berbekal pengalaman selama duduk di bangku sekolah, Kalingga jadi tahu benar apa saja yang dibutuhkan para siswa. Ia lantas bertekad untuk mengubah stigma-stigma negatif guru eksak dengan berusaha menjadi guru yang asyik dan menyenangkan. Dengan cara ini, ia pun sukses membuat siswa lebih mudah mengerti Matematika dan Fisika.
"Aku pernah jadi siswa, kalau ketemu guru Fisika dan (pelajaran) hitung-hitungan itu stigmanya sudah buruk saja. Jadi, aku ingin banget menghapus stigma-stigma buruk dari siswa-siswa," beber Kalingga. "Aku punya impian menjadi guru yang bisa membuat orang seperti aku, terbatas jadi mau belajar. Minimal, dia mengerti ini maksudnya apa. Aku jadi merasakan kalau jadi guru enggak semudah itu juga. Karena waktu jadi siswa, aku selalu merasa, 'enak ya jadi guru cuma memberi tugas doang'."
(wk/yoan)