Ibu di Surabaya tega membunuh bayinya yang baru berusia 5 bulan lalu berlibur bersama suami di Jogja. Jasad sang bayi pun dibiarkan membusuk di rumah bersama neneknya.
- Amelia Nur Fatimah
- Senin, 27 Juni 2022 - 14:15 WIB
WowKeren - Kasus orangtua membunuh anaknya sendiri kembali terulang. Kali ini, seorang ibu berinisial ESYH (26) tega menganiaya bayinya sendiri hingga tewas. Bahkan, sang buah hati dibiarkan membusuh di dalam rumah sementara ESYH berlibur ke Yogyakarta.
EA meminta orangtuanya yakni ESB (47) untuk merahasiakan kematian bayinya saat dirinya berlibur ke Yogyakarta. ESB pun terpakasa tinggal bersama jasad sang cucu yang mulai membusuk karena mendapat ancaman dari EA.
EA mengancam juga akan membunuh ESB apabila kabar tersebut tersebar. Tak hanya sekedar ancaman, faktanya selama ini EA ternyata juga sering menganiaya sang ibu. Hal tersebut diungkapkan sendiri oleh sang ibu. ESB yang tak berani akhirnya pilih diam dan merahasiakan aksi sadis anaknya.
Kematian korban berinisial ADO yang baru berusia lima bulan tersebut akhirnya diketahui dan dilaporkan pada polisi, Sabtu (25/6). Hasil visum Tim Inafis Polrestabes Surabaya, korban terindentifikasi tewas pada Selasa (21/6) sekitar pukul 16.00 WIB. Korban tewas akibat dianiaya oleh ibunya yakni EA.
Kapolsek Wonocolo Polrestabes Surabaya, Kompol Roycke Hendrik Fransisco mengungkapkan, ibunda tersangka mengetahui cucunya tewas, saat akan memberikan sang cucu susu, Kamis (23/6/2022) sekitar pukul 02.00 WIB.
Tersangka mengancam akan membunuh ESB jika memberitahukan orang lain perihal kondisi sang anak yang telah tewas. Kepada penyidik, tersangka berencana akan memakamkan jasad anaknya, sepulang dari acara kantor suami tersangka, di Gunung Kidul, DI Yogyakarta, yang berlangsung sejak Jumat (24/6) hingga Minggu (26/6).
"Nenek sempat diancam akan dibunuh jika bercerita kepada orang lain," ujar Kompol Roycke Hendrik Fransisco di Mapolsek Wonocolo, Surabaya, Minggu (26/6).
Sementara itu, ESB yang juga nenek korban mengaku, dirinya terpaksa merahasiakan kematian sang cucu, lantaran desakan yang disertai ancaman dari anaknya sendiri.
Dia menduga, anaknya takut jika dirinya membongkar kondisi sebenarnya sang cucu kepada para tetangga atau pihak kepolisian, rencana tersangka untuk berlibur dengan menghadiri acara kantor suaminya bakal berantakan.
"Saya takut sama EA, (mau) dibunuh. EA sudah ngancam saya, ojo ngomong disek, meneng, ngenteni aku sampai muleh (jangan sebarkan dulu, diam, tunggu aku sampai pulang). Iya (diancam dibunuh). Ya saya di dalam (rumah) terus enggak keluar," pungkas ESB, melansir Tribunnews.com.
(wk/amel)