Nikita Mirzani yang kini jadi tersangka kasus dugaan pemerasan dan TPPU itu terancam hukuman penjara maksimal 20 tahun. Di sela-sela itu, Nikita masih sempat minta maaf pada Laura.
- Ria Susilo Wardhani
- Sabtu, 22 Februari 2025 - 15:52 WIB
WowKeren - Nikita Mirzani kembali buka-bukaan soal sang putri, Laura Meizani Mawardi. Di tengah kasus dugaan pemerasan dan TPPU dengan ancaman penjara 20 tahun, Nikita masih terpikir untuk sampaikan permintaan maaf pada Laura.
"Laura sudah bukan anak kecil lagi, sebentar lagi 18 tahun. Cobaan di hidup kamu besar sekali nak. Mungkin," kata Nikita yang mendadak menghentikan ucapan dan menutup wajah karena menangis.
"Mudah-mudahan kapan ya Laura nonton, Laura apapun masalah yang sudah terjadi, walaupun kamu pernah memilih jalan untuk jauh dari ibu, Ami, karena ingin memilih kebebasan dan akhirnya kebablasan," kata Nikita. "Apapun yang terjadi, Ami sudah maafkan. Mudah-mudahan ini bisa jadi pelajaran untuk Laura ke depannya supaya berhati-hati lagi."
"Mimi juga mau minta maaf kalau parenting Mimi mungkin untuk anak perempuan satu-satunya perempuan Ami terlalu ketat karena hanya Laura anak Mimi satu-satunya," kata Nikita terisak. "Laura harus mengerti. Laura tahu Mimi banting tulang, kepala jadi kaki, kaki jadi kepala untuk kehidupan Laura dan adik-adik. Untuk masa depan anak-anak Mimi. Supaya kalian bisa hidup sejahtera, mendapatkan kehidupan yang baik, mendapatkan kehidupan yang layak. Mau Mimi diserang orang, mau orang ngatain Mimi apa, nggak peduli asalkan anak-anak Mimi sehat, selalu ada di samping Mimi udah bikin Mimi happy bikin Mimi makin giat kerja."
Nikita juga berdoa agar bisa diberi umur panjang. Ia ingin bisa tetap hidup demi melihat anak-anaknya tumbuh dewasa."
Selain membahas soal Laura, Nikita juga blak-blakan terkait kasus dugaan pemerasan dan TPPU yang membuatnya jadi tersangka. Hingga kini, Nikita tegaskan dirinya tak pernah memeras dr Reza Gladys.
"Inti ceritanya adalah, dia itu nyari gue. Karena gue punya salah satu produk dia yang berbahaya ada jarum suntiknya, yang tidak boleh diperjual-belikan di e-commerce," jelas Nikita. Karena kalau ada jarum suntiknya harus dilakukan di klinik, atau sama orang yang kompeten. Nah gue punya, dia tahu. Dia mencarilah nomor telepon gue. Dia ngehubungin Dokter Oky Pratama sampai berkali-kali. Sama dokter Oky nggak direspons, tapi akhirnya ditanggapi 'kenapa teh kok nyari-nyari Nikita, mau ketemu?'. 'Iya aku mau ketemu dong'. Kalau misalkan dia tidak menjual barang berbahaya untuk apa cari Nikita Mirzani? Ya kan? Santai aja."
dr Oky lantas berikan nomor telepon Mail Syahputra asisten Nikita pada dr Reza. Dari situ, dr Reza menghubungi Mail dan ingin bertemu Nikita. Nikita pun menolak keras untuk diajak ketemuan. dr Reza lantas meminta Mail menyebutkan nominal uang demi bisa bertemu Nikita.
"Lalu Mail dipaksa untuk menyebutkan nominal, si Reza ini bilang 'sebutin aja, nggak papa siapa tahu aku bisa'. Ya udah Rp5 miliar, terus Reza bilang 'bisa nggak dinego'. Kalau pemerasan harusnya nggak ada nego dong," kata Nikita. "Tapi dok ini untuk apa? untuk menutup mulutnya Nikita Mirzani' 'iya biar aku nggak di-review produknya yang ada di Kak Niki' dia bilang gitu. Terus si Reza menelepon balik, 'Mail ini udah deal ya, aku udah ngomong sama suamiku, bisa nggak ditawar jadi Rp4 M?' 'Oh terserah dokter aja, tapi dokter beneran nih pengen nutup mulutnya Kak Niki' dijawab sama Mail. 'Iyalah biar aku bisa jualan'."
(wk/riaw)