Erin Wartia Trigina membantah tuduhan penganiayaan terhadap ART dan melayangkan somasi.
- Senin, 04 Mei 2026 - 13:33 WIB
WowKeren - Mantan asisten rumah tangga (ART) bernama Rien Wartia Trigina alias Erin, pada Senin (4/5), mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan untuk memberikan keterangan terkait dugaan penganiayaan yang dilaporkan oleh ART berinisial H. Erin datang bersama penyalurnya, Nia, dan kuasa hukum mereka untuk proses hukum lebih lanjut.
Dalam perjalanan menuju ruang pemeriksaan, H terlihat gugup. Ketika ditanya mengenai kondisinya, ia memilih untuk tidak banyak bicara. Nia, yang tampak tenang, menyatakan bahwa pihaknya menyerahkan semua proses hukum kepada tim pengacara. "Saya serahkan kepada pengacara," ungkap Nia. "Ya nanti kita lihat bagaimana semuanya." Pihak kuasa hukum juga menegaskan akan memberikan penjelasan rinci kepada penyidik mengenai perlakuan yang diterima H selama bekerja, termasuk rincian kejadian dugaan kekerasan dan ancaman yang dialaminya.
Di sisi lain, Erin membantah dengan tegas semua tuduhan tersebut dan berencana untuk melayangkan somasi kepada H serta lembaga penyalurnya. Erin menganggap narasi yang beredar sangat merugikan reputasinya. Kuasa hukum Erin, Siti Hajar, menyatakan, "Kami juga akan lebih pertegas dengan melakukan somasi. Somasi kepada penyalurnya, juga kepada ART-nya untuk mengingatkan bahwa tidak semudah itu untuk melakukan pencemaran dan juga membuatkan fitnah yang belum tentu ada kebenarannya."
Somasi ini diambil setelah pihak Erin merasa tidak ada itikad baik dari pelapor untuk memberikan klarifikasi mengenai tuduhan kekerasan fisik. Tim hukum Erin juga akan mencari siapa pun yang terlibat dalam penyebaran informasi tersebut, termasuk pemilik akun media sosial yang pertama kali viral dengan isu ini. Erin mengungkapkan kekecewaannya atas tuduhan yang muncul, mengingat ART H baru bekerja di rumahnya selama kurang dari sebulan.
"Baru, baru banget, baru. Belum ada sebulan. Baru belum sampai sebulan. Belum ada gajian. Belum satu bulan. Dan saya juga sudah bayar ke penyalur itu kan, jadi ya kita lihat saja prosesnya. Pokoknya saya akan tindak lanjuti dengan tegas," ujar Erin menegaskan. Kasus ini mulai mencuat setelah H melaporkan Erin pada Rabu (29/4) dini hari, dengan tuduhan melakukan kekerasan fisik, seperti pemukulan, pencekikan, dan pengancaman menggunakan senjata tajam di rumahnya di kawasan Bintaro.
Erin menegaskan bahwa ia memiliki bukti kuat berupa rekaman CCTV serta saksi dari pekerja rumah tangga lain dan pihak keamanan yang membuktikan bahwa insiden penganiayaan yang dituduhkan tidak pernah terjadi. Perkembangan kasus ini tentu saja akan menarik perhatian publik, mengingat reputasi kedua belah pihak yang terlibat.
(wk/timw)