Erin Wartia Trigina jelaskan alasan masih pakai nama Taulany meski sudah bercerai.
- Senin, 11 Mei 2026 - 14:05 WIB
WowKeren - Rien Wartia Trigina, yang lebih dikenal sebagai Erin, mengungkapkan alasannya masih menggunakan nama keluarga mantan suaminya, Andre Taulany, meskipun mereka telah resmi bercerai sejak November 2025. Erin menjelaskan bahwa ia telah berusaha untuk mengubah nama akun media sosialnya jauh sebelum terjerat dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap asisten rumah tangga (ART) yang melibatkan dirinya.
"Saya sudah proses itu dari bulan September, dari pihak Meta Internasional. Karena waktu pas lagi nama itu dibuat, itu diproses dari pihaknya dia, orangnya dia. Jadi memang agak lama," ucap Erin. Ia menambahkan bahwa meski sudah mengajukan permohonan perubahan nama, Meta belum memberikan konfirmasi hingga saat ini.
Kuasa hukum Erin, Sunan Kalijaga, turut mengungkapkan hal senada. Menurutnya, proses perubahan nama di platform media sosial seperti Instagram memerlukan validasi yang ketat. "Bukan berarti klien kami kegilaan, kecintaan, atau kepingin banget pakai nama belakangnya Taulany. Karena memang itikad baik dari klien kami sudah mengajukan untuk perubahan ya," tegas Sunan Kalijaga.
Erin juga menegaskan bahwa hubungan pribadi antara dirinya dan Andre Taulany telah berakhir dan meminta publik untuk tidak berspekulasi mengenai penggunaan nama Taulany di akun media sosialnya. "Kami sudah tidak ada hubungan personal apa pun," jelas Erin.
Di sisi lain, Andre Taulany juga telah memberikan penegasan agar tidak ada lagi yang mengaitkan namanya dengan Erin, terutama terkait dengan kasus dugaan kekerasan terhadap ART. "Gue enggak ikut-ikutan. Tolong, jangan bawa-bawa nama Taulany, Oke? Taulany itu isinya orang-orang baik," katanya. Andre juga menekankan bahwa keluarganya tidak terlibat dalam isu yang sedang beredar.
Kasus perselisihan ini mencuat setelah Hera, mantan ART Erin, melaporkan Erin ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Rabu dini hari, 29 April 2026. Dalam laporannya, Hera menuduh Erin melakukan kekerasan fisik, termasuk pemukulan dan pengancaman menggunakan senjata tajam, di rumahnya di kawasan Bintaro.
Namun, Erin membantah semua tuduhan tersebut dan mengklaim memiliki bukti yang kuat, seperti rekaman CCTV dan kesaksian dari pekerja rumah tangga lainnya serta pihak keamanan. Ia menegaskan bahwa insiden penganiayaan yang dituduhkan tidak pernah terjadi.
(wk/timw)