Mantan manajer Justin Bieber, Scooter Braun, ungkap konflik dengan Taylor Swift.
- Senin, 01 Juni 2026 - 22:02 WIB
WowKeren - Mantan manajer artis ternama Hollywood, Scooter Braun, baru-baru ini berbicara tentang sejumlah kontroversi yang mengelilingi kariernya, termasuk hubungannya yang tegang dengan penyanyi terkenal, Taylor Swift. Dalam sebuah wawancara mendalam di podcast 'Second Thought' bersama Suzy Weiss, Braun mengungkapkan bahwa hidupnya berubah drastis setelah ia membeli label Big Machine, yang memiliki hak atas enam album awal Taylor Swift. 'Saya berubah dari seseorang yang dicintai dan dihargai selama lebih dari satu dekade menjadi villain hanya dalam semalam,' ungkap Braun.
Konflik antara Braun dan Taylor Swift telah menjadi salah satu drama paling dikenal di industri musik dalam beberapa tahun terakhir. Meski demikian, Braun menegaskan bahwa ia sebenarnya tidak pernah memiliki hubungan dekat dengan Swift. 'Saya tidak mengenal Taylor Swift. Mungkin saya hanya bertemu tiga kali seumur hidup,' ujarnya. Braun menambahkan bahwa ia bahkan tidak pernah terlibat dalam percakapan panjang dengan penyanyi yang dikenal lewat lagu 'Cruel Summer' tersebut.
Menurut Braun, hubungan mereka selama ini telah dibesar-besarkan oleh publik, seolah keduanya terlibat dalam perseteruan pribadi yang intens. 'Saya rasa saya hanya pernah berbicara dengannya lebih dari dua menit satu kali saja,' imbuhnya. Braun mengaku bingung tentang mengapa dirinya terlibat dalam kontroversi yang begitu besar. 'Anda tidak akan mengeluarkan 300 juta dollar AS untuk membeli label yang menaungi Taylor Swift kalau tidak antusias ingin bekerja sama dengannya,' lanjutnya.
Konflik ini dimulai ketika Taylor Swift mengkritik Braun setelah hak master dari enam album awalnya berpindah tangan melalui akuisisi Big Machine pada tahun 2019. Situasi tersebut kemudian mendorong Swift untuk merekam ulang album-album lamanya dalam proyek yang dikenal dengan 'Taylor’s Version'. Braun kini mengaku banyak belajar dari pengalaman tersebut. 'Saya memilih untuk bertumbuh dari semua itu,' ujarnya.
Lebih lanjut, Braun menilai bahwa kontroversi ini juga telah membuka mata industri musik mengenai pentingnya kepemilikan hak master bagi para artis. 'Saya pikir sekarang semakin banyak artis yang ingin memiliki master mereka sendiri, dan itu bagus,' tambahnya. Selain membahas konfliknya dengan Swift, Braun juga berbicara tentang kehidupannya setelah memutuskan untuk pensiun dari dunia manajemen artis dan mundur dari posisi CEO Hybe America pada tahun 2025.
Saat ini, Braun lebih memilih fokus pada keluarganya, investasi, dan menjalani hidup yang lebih tenang. 'Saya sedang menikmati hubungan saya, anak-anak saya, teman-teman saya, dan hidup saya,' tutupnya dengan nada positif.
(wk/timw)