Film horor psikologis Backrooms mencatatkan debut mengesankan di box office global.
- Selasa, 02 Juni 2026 - 03:02 WIB
WowKeren - Film horor psikologis fiksi ilmiah berjudul Backrooms yang viral di media sosial telah mencatatkan pembukaan yang sangat impresif di box office Amerika Utara. Debut perdana yang disutradarai oleh YouTuber Kane Parsons dan ditulis oleh Will Soodik ini berhasil meraih pendapatan sebesar US$81,4 juta, setara dengan Rp1,45 triliun (US$1=Rp17.870) di pasar domestik, dan langsung mengamankan posisi teratas di box office.
Di pasar internasional, Backrooms juga menunjukkan performa yang mengesankan dengan meraih US$36,5 juta, sehingga total pendapatan global film ini mencapai US$118 juta di akhir pekan pembukaannya. Angka ini sangat mengesankan untuk film yang hanya memiliki bujet sebesar US$10 juta. Menurut Variety, film ini menjadi salah satu film paling menguntungkan tahun ini. Meskipun belum ada pengumuman resmi mengenai sekuelnya, Kane Parsons sudah mulai mempertimbangkan ide untuk menjadikan Backrooms sebagai sebuah waralaba.
Backrooms berhasil memecahkan beberapa rekor, termasuk pendapatan akhir pekan pembukaan terbesar untuk A24, serta memecahkan rekor film thriller Alex Garland dengan judul Civil War yang dirilis pada 2024. Film ini juga mencatatkan debut terbesar dalam sejarah untuk film horor orisinal dan merupakan awal terbaik bagi seorang pembuat film pemula dalam kategori film non-waralaba. Kane Parsons menjadi sutradara termuda yang berhasil memiliki film nomor satu di box office.
Film ini menjadi perbincangan hangat di media sosial, salah satunya karena diduga menggunakan rekaman suara salam berbahasa Indonesia dari Ilyas Harus yang terdapat dalam The Golden Records yang diluncurkan oleh NASA pada tahun 1977. Backrooms diangkat dari serial web yang dibuat oleh Kane Parsons dan terinspirasi oleh serial creepypasta dengan judul yang sama. Film ini mengikuti kisah seorang pemilik toko furnitur bernama Clark, yang diperankan oleh Chiwetel Ejiofor. Dalam sebuah sesi dengan terapisnya, Mary yang diperankan oleh Renate Reinsve, Clark menceritakan bagaimana ia mengalami keresahan setelah menemukan pintu rahasia di bawah tokonya yang membawanya ke ruangan-ruangan biasa yang tampak tidak berujung. Suatu ketika, Clark menghilang, dan Mary berusaha menjelajahi tempat misterius tersebut untuk menyelamatkannya.
Sementara itu, film Obsession juga mencatatkan pendapatan positif di pekan ketiga penayangannya. Dengan pendapatan mencapai US$26,4 juta, film ini berada di posisi kedua dan menggenapi total pendapatannya di pasar domestik menjadi US$104,7 juta. Film horor psikologis supranatural yang disutradarai oleh Curry Barker ini juga berhasil meraih US$43,2 juta di pasar internasional, menjadikan total globalnya mencapai US$148 juta dari bujet hanya US$1 juta.
Menurut analis Jeff Bock dari Exhibitor Relations, fenomena Backrooms dan Obsession yang menarik perhatian penonton Gen Z menciptakan catatan sejarah tersendiri. "Ini seharusnya memberdayakan industri. Ada penonton baru, dan mereka menunggu konten seperti ini," ungkap Bock seperti dilansir Variety. "Kita tahu film horor indie sedang populer, tetapi kita tidak tahu seberapa populernya. Film ini bahkan bersaing dengan film-film blockbuster musim panas yang ada saat ini."
(wk/timw)