Ketua Satpol PP menjelaskan kalau anggota yang dites fisik sudah disiapkan sebelumnya dan tidak dilakukan semena-mena.
- Tim WowKeren
- Selasa, 23 Januari 2018 - 16:21 WIB
WowKeren - Wali Kota Mataram, TGH Ahyar Abdulah, ramai dibicarakan publik. Ini terjadi lantaran videonya menendang anggota Satpol PP menjadi viral. Meski mengaku hanya bergurau dan dilakukan untuk tes fisik, Ahyar telah mendapatkan himbauan dari Kemendagri.
Meski menjadi sorotan, Ketua Satpol PP Mataram, Bayu Pancapati, menyangkal telah terjadi kekerasan yang dilakukan pada anggotanya. Bayu mengungkapkan bahwa kegiatan fisik memang diwajibkan dalam pelatihan Satpol PP. Ia juga menegaskan bahwa sebagai pembina bela diri, Wali Kota Mataram tersebut sangat wajar bila memberi pengarahan.
"Kita kan di Pol PP dari kepala seksi, jadi kabid, sekarang jadi kasat. Kegiatan fisik memang harus dimiliki oleh anggota," ujar Bayu. "Kebetulan pembina bela diri kita kan Pak Wali dan Pak Wakil. Saya rasa sangat wajar pada saat Kasatpol PP-nya dilantik diberi pengarahan."
Bayu juga menjelaskan bila sebenarnya Wali Kota Ahyar enggan melakukan hal itu. Semua anggota yang baris sebenarnya juga sudah disiapkan untuk melakukan tes fisik ini. Beberapa mereka ada yang siap dan tidak saat menerima "tendangan" Ahyar, akhirnya timbul berita yang macam-macam.
Bayu pun menegaskan atraksi itu merupakan bentuk keakraban Satpol PP dengan Ahyar sebagai pembina mereka. Ia pun menampik atraksi itu sebagai pembiaran kekerasan. Ia menyesalkan video ini viral dianggap sebagai aksi membiarkan kekerasan.
"Itu bentuk keakraban kami dengan satuan kami, pembina kami, Pak Wakil dan Wali," kata Bayu. "Itu biasa di Satpol PP, bukan membiasakan kekerasan, itu salah."
Video penendangan Satpol PP oleh Wali Kota Mataram tersebut menjadi viral setelah banyak disebarkan di media sosial. Kejadian tersebut dilakukan saat Ahyar melantik Kepala Satpol PP Mataram pada Rabu (17/1) di kantor Wali Kota Mataram.
(wk/)