Kesal BMKG Disebut Telat Beri Peringatan Gempa Situbondo, Akun Twitter Ini Jadi Bulan-Bulanan Netter
Twitter/ASE
Nasional

Seorang warganet tampak memberikan pembelaan kepada BMKG usai sebuah akun menyatakan kekesalannya karena pemberitahuan gempa yang dinilai diberikan terlambat.

WowKeren - Gempa kembali melanda salah satu wilayah di Indonesia. Kali ini, gempa dikabarkan berpusat di 61 kilometer timur laut Situbondo, Jawa Timur. Gempa berkekuatan 6,4 SR yang kemudian dimutakhirkan menjadi 6,3 SR tersebut berada di kedalaman 10 km. Terjadi pada pukul 01.44.57 WIB, gempa yang terasa hingga di beberapa wilayah Jawa Timur dan Bali tersebut sempat menimbulkan kepanikan warga.

Hingga saat ini, dikabarkan sebanyak 3 orang meninggal dunia dan 9 orang luka-luka terkena reruntuhan bangunan yang rusak akibat gempa. Sebelumnya, BMKG melalui Twitter resminya sudah memberikan pemberitahuan bahwa gempa yang terjadi di Situbondo ini tedak berpotensi tsunami.

Sayangnya, di tengah kabar bencana ini, terlihat salah satu akun di Twitter mengungkapkan kekesalannya lantaran BMKG dinilai telat memberikan pemberitahuan. Akun tersebut meminta BMKG untuk setidaknya memberikan peringatan gempa jauh-jauh hari sebelum terjadi.

Akun ini tampaknya kecewa lantaran BMKG hanya memberikan peringatan beberapa detik sebelum gempa. "Bisa gk sie min ngasi peringatannya itu jauh2 sblum terjadi. Biar bisa antisipasi, keknya fungsi BMKG di negara lain itu gitu, bukan ngabarin sedetik sblum terjadi," tulis akun @An***an1 tersebut.

Akan tetapi, seorang warganet tampak memberikan pembelaan untuk BMKG. Ia menerangkan bahwa peristiwa seperti gempa tidak dapat diprediksi. Ia juga menerangkan soal tidak adanya alat yang bisa digunakan untuk memprediksi terjadinya gempa, bahkan menurutnya negara seperti Jepang pun belum memilikinya.

Seolah tak terima dengan penjelasan tersebut, akun Twitter yang menyampaikan protesnya terhadap BMKG itupun tetap kukuh mengatakan ada alat yang bisa memprediksi gempa. Ia meminta kepada pemerintah untuk bisa memanfaatkan alat tersebut dengan baik.

Dikutip dari CNN pada Kamis (11/10), BMKG pernah menjelaskan bahwa pada saat ini masih belum ada teknologi yang mampu memprediksi gempa dengan akurat. "Hingga saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempa bumi dengan tepat; kapan, dimana, dan berapa kekuatannya," demikian jelas Deputi Bidang Geofisika BMKG, Muhammad Sadly, pada saat itu.

Alhasil, akun Twitter yang merasa kesal kepada BMKG tersebut langsung menjadi bulan-bulanan warganet. BMKG sendiri juga telah memberikan tanggapan terkait "kegegeran" tersebut.

"Emang penyakit ngeyel gaada obatnya..." tulis akun @mc***bb. "Mungkin mbaknya lulusan Universitas Tokyo, Jurusan membasmi musuh ultramen program studi early warning system musuh datang merusak kota." sahut akun @re**d_. "Mungkin maksud mbaknya BMKG harus punya si ucil yang bisa prediksi tanpa bantuan alat" tambah akun @as***aa.

Loading...

You can share this post!

Related Posts