Meskipun pelaku aksi perusakan atribut di Riau sudah ditangkap, Partai Demokrat ingin agar dilakukan penyelidikan menyeluruh.
- Wahyu
- Rabu, 19 Desember 2018 - 10:23 WIB
WowKeren - Kasus perusakan atribut Partai Demokrat (PD) yang terjadi di Riau pada Sabtu (15/12) lalu ternyata berbuntut panjang. Bahkan, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto sempat meminta pada masyarakat untuk tidak membesar-besarkan masalah ini.
“Oleh karena itu saya imbau kepada pimpinan partai politik dan masyarakat jangan buat polarisasi masalah ini, jangan sampai dibesar-besarkan,” ujar Wiranto di Jakarta Pusat Senin (17/12). “Ini sudah diatasi kepolisian, oknum sudah diketahui, saksi sudah ada tinggal kita limpahkan ke proses hukum ya,” ujar Wiranto.
Rupanya, pihak PD tidak terima dengan pernyataan Wiranto tersebut. Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan membantah pihaknya sengaja membesar-besarkan masalah tersebut. Pasalnya, tidak hanya satu atau dua atribut yang dirusak, namun ratusan.
“Tidak benar yang dirusak itu satu. Tidak benar,” kata Hinca di Jakarta, Selasa (18/12). “Perusakan, perobekan, dan penghilangan baliho SBY dan Partai Demokrat berjumlah ratusan dan terjadi di malam hari hingga dini hari tanggal 15 Desember.”
Karena dianggap cukup serius, pihak PD ingin agar kasus ini diusut hingga tuntas. Tentu hal ini sangat berseberangan dengan apa yang dikatakan Wiranto. Justru, Hinca meminta agar kasus ini tidak dilupakan begitu saja.
“Partai Demokrat tidak bermaksud membesar-besarkan kasus ini,” sambung Hinca. “Karena kasus ini memang serius dan besar. Justru jangan dikecilkan dan dianggap angin lalu.”
Investigasi tak hanya dilakukan oleh pihak Kepolisian Riau, namun juga internal PD. Menurut PD, aksi perusakan sudah direncanakan secara terstruktur. Sebab, berdasarkan hasil investigasi internal yang dilakukan, PD menilai ada keterkaitan institusi tertentu.
Sebelumnya, Polda Riau telah mengungkap pelaku atribut perusakan. Namun, PD sepertinya kurang puas akan hal ini. Menurut mereka, pihak kepolisian memang sengaja mengecilkan kasus tersebut. Sebab, mereka hanya fokus pada pelaku yang sudah ditangkap.
Padahal menurut PD, penyelidikan harus dilakukan secara lebih menyeluruh agar bisa diungkap siapa dalang dibalik aksi perusakan. Hinca menganggap bahwa pihak berwajib memang sengaja memutus rantai penyidikan. “Terlihat upaya untuk memutus mata rantai dari yang paling bawah hingga ke tingkat master mind dan inisiator.”
Sebelumnya, Wiranto pernah menyebut bahwa dalang dibalik aksi perusakan merupakan oknum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan PD. Menurutnya, oknum tersebut bergerak sendiri tanpa adanya perintah dari pihak atasan.
(wk/wahy)