Tiga Pekan Pasca Tsunami Selat Sunda, Ifan Seventeen Akui Masih Trauma Hingga Takut Keramaian
Instagram/ifanseventeen
Selebriti

Untuk mengatasi trauma tersebut, Ifan Seventeen melakukan dua hal berikut yang membuatnya dekat dengan Sang Pencipta. Apa itu?

WowKeren - Bencana tsunami Selat Sunda pada 22 Desember 2018 lalu meninggalkan duka mendalam bagi Ifan Seventeen. Selain kehilangan 3 personel band-nya, Ifan juga harus melepas kepergian sang istri tercinta, Dylan Sahara.

Tiga pekan berlalu sejak bencana tersebut, Ifan masih memilih menyendiri akibat trauma. Bahkan, vokalis band Seventeen ini mengaku menjauh dari yang namanya keramaian.


"Sekarang lagi menghindari keramaian," kata Ifan saat dijumpai usai menggelar pengajian di Kompleks DPR Rawajati, Kalibata, Jakarta Selatan pada Jumat (11/1).

Dalam kesendirian tersebut, Ifan mengisinya dengan melakukan zikir dan mengaji. Dengan melakukan dua hal tersebut, ia mengaku akan tenang karena sudah mendapat perlindungan dari Sang Pencipta.

"Sekarang jadi banyak zikir, ngaji," lanjut Ifan. "Sebenarnya aku juga pernah di posisi, yang tidak ada yang bisa menolong situasi dan kondisi itu kecuali Allah."

Selain ingin traumanya cepat hilang, dua hal tersebut memang Ifan lakukan supaya lebih dekat dengan Sang Pencipta. Meski mengaku masih trauma dengan keramaian, pria bernama asli Riefian Fajarsyah ini ingin mengendalikannya agar tak mengalami kesedihan terus-terusan.

"Makanya untuk menyembuhkan penyakit trauma itu adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah," sambung Ifan. "Aku masih trauma sama keraiaman, aku butuh mengendalikan itu lagi."

Sementara itu, genap tiga minggu ditinggal Dylan, Ifan menggelar pengajian di kawasan Kalibata. Sebelumnya, Ifan juga pernah mengikuti pesantren kilat di Pondok Pesantren Gontor untuk menenangkan diri.

You can share this post!

Related Posts