Gara-gara sering tampil seksi, presenter bola Sandra Olga mengaku sering digoda pria hidung belang dari kalangan biasa hingga pejabat.
- Wahyu
- Senin, 14 Januari 2019 - 11:06 WIB
WowKeren -
Belakangan ini, dunia hiburan Tanah Air sedang dihebohkan dengan kasus prostitusi online yang melibatkan nama Vanessa Angel. Hal tersebut mendapat sorotan dari berbagai kalangan, termasuk presenter bola, Sandra Olga.
Sandra mengaku turut prihatin dengan kasus prostitusi online yang kembali menyeret nama artis. Ia pun membagikan cerita tidak menyenangkan yang berkaitan dengan dunia tersebut.
Seperti diketahui, selain memiliki paras yang cantik, Sandra memang dikenal kerap berpenampilan seksi. Tak jarang, ia juga membagikan pose menggoda dalam akun Instagram pribadinya.
Sandra mengungkapkan bahwa penampilannya tersebut membuatnya sering digoda para lelaki hidung belang lewat pesan di akun Instagram miliknya. Bahkan, Sandra mengaku kerap kali mendapat ajakan untuk berkencan. Ia juga pernah ditawari sejumlah uang untuk menemani pria hidung belang.
Tak tanggung-tanggung, Sandra mengungkapkan pernah di iming-imingi uang hingga Rp 300 juta. Menariknya lagi, Sandra membeberkan bahwa beberapa pria yang menggodanya lewat Instagram bukan dari kalangan pria biasa melainkan anggota pejabat.
“Malah ada yang anggota DPR. Tapi enggak usah sebut nama ya," ujar Sandra saat dihubungi pada Senin (14/1). "Yang pasti, dia masih muda.”
Sandra sendiri menyadari bahwa tampilan fisiknya yang menggoda membuat publik berpikiran negatif. Bahkan, ia mengaku dicap sebagai perempuan bookingan. Padahal, Sandra mengatakan bahwa penampilannya yang dinilai seksi itu karena tuntutan pekerjaan.
“Banyak yang berpikir kalau sering posting foto seksi, berarti bisa di-booking," kata Sandra. "Saya berpakaian seperti itu karena tuntutan pekerjaan. Bukan berarti bisa di-booking."
Meski kerap menerima tudingan buruk karena penampilannya, Sandra memaklumi hal tersebut. Sebab, baginya semua itu konsekuensi dari statusnya sebagai public figure. Sandra hanya berharap masyarakat tidak terlalu menghakimi tanpa tahu kebenarannya.
“Sudah risiko sih," kata Sandra. "Wajar kalau orang-orang pengin tahu. Harapannya sih enggak menghakimi saja."
(wk/wahy)