Selisih Elektabilitas Disebut Tinggal 1 Digit, Jubir Jokowi-Ma'ruf Curigai Hasil Survei Median
Nasional

Berdasarkan hasil survei yang dikeluarkan Median, selisih elektabilitas Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi tinggal 9,2 persen.

WowKeren - Media Survei Nasional (Median) telah merilis hasil survei Pilpres 2019 periode 6 sampai 15 Januari 2019. Hasil survei tersebut menunjukkan selisih elektabilitas suara antara Joko Widodo-Ma'ruf Amin dengan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kian menipis.

Menanggapi hal tersebut, juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily, buka suara. Ace curiga dengan hasil survei yang dikeluarkan oleh Median tersebut.


"Publik perlu kritis terhadap hasil survei dari lembaga survei yang partisan. Lihat dulu track record lembaga survei tersebut. Sandingkan dengan hasil lembaga survei yang lain," tutur Ace dalam keterangan tertulis, Selasa (22/1). "Kalau hasil surveinya nyeleneh sendiri patut diduga lembaga survei tersebut sedang membangun framing politik."

Ace menjelaskan bahwa sebagian besar lembaga survei mencatat selisih elektabilitas Jokowi-Ma'ruf dengan Prabowo-Sandi mencapai dua digit. Salah satunya adalah survei Charta Politika yang menunjukkan selisih masih 20 persen. Sedangkan hasil survei Median menyebut selisih elektabilitas kedua paslon berada di angka 9,2 persen saja.

Jubir Jokowi-Ma'ruf juga menuturkan bahwa selama ini kubu Prabowo-Sandi selalu mengklaim selisih suara di antara mereka tinggal 10 persen saja, bahkan tinggal satu digit. Klaim tersebut didasarkan pada survei internal tim paslon nomor urut 02 yang tidak dipublikasikan. Oleh sebab itu, Ace menyebut bahwa survei Median seakan mendukung survei internal yang selama ini disebut kubu Prabowo-Sandi.

"Beberapa saat setelah klaim survei internal paslon 02 itu disampaikan ke publik," terang Ace. "Muncul rilis Median menjustifikasi klaim survei internal bahwa selisih elektabilitas pada bulan Januari yang tinggal satu digit yaitu 9,2 persen."

Meski selisih elektabilitas disebut tinggal satu digit, Ace mengaku tak khawatir. Ia menilai selisih 9,2 persen tersebut masih sulit untuk dikejar oleh Prabowo-Sandi. Apalagi, survei tersebut juga mencantumkan kenaikan elektabilitas paslon nomor urut 02 cenderung lambat.

"Dalam 3 bulan naik sekitar 3,2 persen, maka dalam 3 bulan ke depan dengan pola seperti itu, paslon 01 juga tidak akan terkejar," jelas Ace. "Melihat berbagai blunder 02 dan semakin panasnya mesin partai 01, bisa jadi elektabilitas 01 tidak tertandingi."

Tak hanya soal selisih suara, Ace juga menyoroti angka elektabilitas Jokowi-Ma'ruf yang hanya 47,9 persen dalam survei Median. Padahal, menurut Ace, survei kebanyakan menyebut elektabilitas mereka di atas 50 persen. Kecurigaan Ace pada survei Median pun bertambah.

"Jika menemukan lembaga survei yang beda sendiri," ujar Ace. "Patut dicurigai motifnya dan juga kehandalan metodologinya."

You can share this post!

Related Posts
Loading...