Diminta Keluar dari Hotel, Keluarga Korban Lion Air JT 610 Protes Pihak Manajemen Maskapai
Nasional

Pihak Lion Air menyediakan posko untuk anggota keluarga korban yang masih dinyatakan hilang di Hotel Ibis, Cawang, Jakarta Timur.

WowKeren - Keluarga korban pesawat Lion Air JT 610 menceritakan kejadian tak mengenakkan yang mereka alami. Diketahui, pihak Lion Air menyediakan posko untuk anggota keluarga korban yang masih dinyatakan hilang di Hotel Ibis, Cawang, Jakarta Timur. Namun, baru-baru ini, pihak keluarga mengaku mereka diusir.

Salah satu keluarga korban, Anton Sahadi, membeberkan bahwa mereka mendapat pemberitahuan dari manajemen hotel pada Selasa (22/1) sekitar pukul 18.30 WIB. Pihak hotel meminta para keluarga korban untuk berkemas dan menyerahkan kunci pada Rabu (23/1), pukul 12.00 WIB.


"Malam itu (Selasa) biasa kami kumpul di hotel kan, kami minta ruangan untuk kumpul sudah tidak dikasih lagi, biasanya selalu dikasih," tutur Anton dilansir Suara.com. "Kami biasa diskusi dan dialog terkait rencana ke depan tentang bagaimana 64 korban yang belum ditemukan, itu yang jadi prioritas kami, nah itu kami bahas hanya di selasar hotel lantai 3."

Anton pun menjelaskan bahwa pengusiran tersebut dilakukan lantaran kontrak hotel dengan maskapai Lion Air telah habis. Sehingga keluarga korban diminta untuk segera meninggalkan hotel.

"Manajemen hotel kan hanya menjalankan kewajiban bahwa kontrak itu sudah habis hari ini," jelas Anton. "Jadi semua keluarga korban hari ini wajib check-out dari hotel itu karena tidak di-cover lagi sama Lion."

Ia juga mengungkapkan bahwa hingga kini, ada sekitar 30 keluarga korban yang masih bertahan di posko pengungsian di hotel Ibis. Anton pun merasa ditipu oleh pihak maskapai yang menjanjikan 84 kamar bagi keluarga korban.

"Jadi yang kata Kapten Putut bilang 84 kamar itu bohong, enggak sampai 80 kamar yang buat kami," terang Anton. "Selebihnya karyawan mereka semua, pokoknya kapten Putut itu sudah jadi pembohong besar lah bagi kami."

Para keluarga korban ini berencana untuk bertahan di posko hotel Ibis. Mereka menuntut janji manajemen Lion Air untuk terus mencari 64 korban yang belum ditemukan dan diidentifikasi.

Sebelumnya, proses pencarian dan identifikasi korban kecelakaan pesawat Lion Air yang jatuh di perairan Karawang sudah selesai sejak 23 November 2018 lalu. Tim Disaster Victim Identification (DVI) baru mengidentifikasi 125 dari total 189 penumpang. Sehingga, masih ada 64 korban yang belum ditemukan hingga kini.

You can share this post!

Related Posts