BPN Pede Elektabilitas Prabowo-Sandi Tak Akan Terpengaruh Tabloid 'Indonesia Barokah'
Nasional

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menganggap penyebaran tabloid 'Indonesia Barokah' adalah cara kuno untuk menjatuhkan paslonnya.

WowKeren - Ribuan eksemplar tabloid bertajuk "Indonesia Barokah" beredar di sejumlah masjid di Ciamis dan Tasikmalaya, Jawa Barat. Tabloid ini berisi tulilsan yang diduga menyudutkan paslon capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Sebelumnya, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi telah melaporkan tabloid ini ke polisi. Namun, kubu paslon nomor urut 02 mengaku tak risau. Pasalnya, cara yang diduga digunakan untuk menjatuhkan Prabowo-Sandi tersebut dianggap sudah kuno.


Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Materi dan Debat BPN Prabowo-Sandi, Sudirman Said. Menurut Sudirman, penyebaran tabloid berisi fitnah yang menyudutkan paslon tertentu merupakan cara primitif yang bertentangan dengan prinsip Prabowo-Sandi.

"Biar masyarakat lihat deh, itu cara-cara primitif menurut saya dan sudah dari awal saya mengatakan, ayo kita adu gagasan, adu kebaikan, adu pesan-pesan baik, jangan menyebarkan hal begitu," jelas Sudirman, Rabu (23/1). "Biar masyarakat menilai. Gak mungkin kan kita bikin sendiri, yang bikin kan pasti orang lain. Jadi biar saja."

Sudirman percaya bahwa peredaran tabloid Indonesia Barokah tidak akan berpengaruh pada elektabilitas Prabowo-Sandi di Pilpres nantinya. Menurutnya, tabloid tersebut adalah serangan membabibuta oleh pihak yang takut kalah.

"Insya Allah masyarakat kita sudah cukup cerdas. Kan tabloid bukan satu-satunya sumber bacaan. Mereka nonton tv, punya medsos, punya akses kepada jejaring internet, jadi kami tidak terlalu khawatir dengan yang begituan," terang Sudirman. "Kalau menyerang terlalu bombastis, katanya yang menyerang itu tanda-tanda tidak secure. Saya pernah dengar penuturan seorang ahli prilaku hewan. Hewan yang menyerang itu, tanda hewan itu sedang tidak nyaman, sedang tidak aman. Jadi melakukan tindakan begitu."

Sebelumnya, kubu oposisi Prabowo-Sandi telah menyangkal menerbitkan tabloid tersebut. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menegaskan bahwa paslonnya berkomitmen untuk melakukan kampanye yang sehat.

Sudah dilaporkan ke pihak berwajib, polisi mengungkap bahwa mereka masih akan menunggu keputusan dari Dewan Pers. Rekomendasi Dewan Pers dinilai sangat penting untuk menentukan arah laporan terhadap tabloid tersebut.

Selain di Jawa Barat, tabloid tersebut juga telah tersebar di Jawa Tengah. Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandi, Sufmi Dasco, bahkan menuturkan bahwa penyebaran tabloid tersebut dilakukan langsung ke rumah-rumah.

You can share this post!

Related Posts
Loading...