Keluar dari Arah Dukungan Partai, 28,2 Persen Pemilih dari Koalisi Prabowo Pilih Jokowi
Nasional

Lembaga survei Indikator Politik baru saja merilis hasil sigi soal pemilih pasangan capres-cawapres berdasarkan partai politik pilihannya dalam Pilrpres 2019.

WowKeren - Lembaga survei Indikator Politik baru saja merilis hasil sigi soal pemilih pasangan capres-cawapres berdasarkan partai politik pilihannya dalam Pilrpres 2019. Menurut peneliti indikator, Rizka Halida, menuturkan bahwa para pemilih dari basis partai koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno masih ada yang terpecah memilih pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Basis koalisi Prabowo - Sandiaga sedikit lebih besar yang keluar dari arah dukungan partainya," jelas Rizka di kantor Indikator Politik, Jakarta, pada 23 Januari 2019. "Sekitar 28,2 persen."


Sementara itu, untuk pendukung Jokowi-Ma'ruf, ada 24,1 persen yang terpecah ke kubu oposisi. Rizka juga menjelaskan ada split-ticket voting atau dukungan pemilih yang tak sejalan dengan partai pilihannya di koalisi Prabowo Sandi.

Untuk Partai Gerindra sendiri, ternyata masih ada 14,1 persen pemilih yang justru mendukung paslon petahana. "Sedangkan 81,5 persen searah dengan dukungan partai," jelas Rizka.

Sementara itu, dari Partai Keadilan Sejahtera, 73,7 persen memilih Prabowo dan 21,1 persen mendukung Jokowi. Sedangkan dari Partai Amanat Nasional, 71,9 persen memilih Prabowo dan 26 persen mendukung Jokowi.

Peneliti indikator tersebut menuturkan bahwa partai pendukung Prabowo dengan pemilih terbesar yang tak sejalan dengan dukungan partai adalah Demokrat dan Partai Berkarya. "Basis Demokrat dan Berkarya memang paling banyak terbelah kepada petahana," jelas Rizka.

Sigi Indikator menunjukkan sebanyak 54,1 persen pemilih dari Demokrat mendukung Prabowo, sedangkan 40,5 persen condong ke arah Jokowi. Di Partai Berkarya, sebanyak 44,8 persen pemilihnya mendukung Prabowo. Sementara 42,1 persen sisanya memilih Jokowi.

Survei ini dilakukan pada periode 16-26 Desember 2018. Metode sampling yang digunakan adalah multistage random sampling dengan menggunakan 1.220 responden.

Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara tatap muka. Tingkat margin of error penelitian ini kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Terkait dengan pemilih yang keluar dari arah dukungan partai, wali kota Cirebon yang juga kader Demokrat, Nasrudin Azis, telah mendeklarasikan dukungannya kepada Jokowi-Ma'ruf. Meski pernah memimpin DPC Partai Demokrat di Cirebon selama 10 tahun, Azis teguh pada keputusannya untuk mendukung kubu petahana.

You can share this post!

Related Posts