Lakukan Rotasi dan Mutasi Jabatan, Kapolri Tito Karnavian Bantah Isu Konflik Internal
Nasional

Kapolri Tito Karnavian resmi melantik sebelas perwira tinggi di lingkungan Polri pada 24 Januari 2019.

WowKeren - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Tito Karnavian melantik sebelas perwira tinggi di lingkungan Polri. Tito juga resmi melantik Irjen (Pol) Idham Azis sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri pada Kamis (24/1).

Idham menggantikan Komjen Arief Sulistyanto yang sebelumnya menjabat sebagai Kabareskrim selama lima bulan. Arief sendiri kini menjabat sebagai Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan (Kalemdiklat) Polri.


Upacara pelantikan dan serah terima jabatan (sertijab) dilakukan di Ruang Rapat Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan. Rotasi ini sebelumnya sempat memicu rasa penasaran publik.

Menanggapi hal tersebut, Tito menjelaskan bahwa rotasi ini dipicu oleh adanya dua perwira tinggi yang akan memasuki masa pensiun pada 1 Februari 2019 mendatang. Mereka adalah Irjen (Pol) Deden Juhara dan Komjen (Pol) Lutfi Lubihanto.

"Otomatis men-trigger terjadinya regenerasi. Di Polri tidak gampang menunjuk, memilih dan lainnya," terang Tito. "Banyak pertimbangan yang harus dilakukan."

Ia pun meminta agar tidak ada lagi pihak luar yang sembarangan menganalisis tentang rotasi perwira tinggi Polri. Tito mengaku bahwa Polri hingga kini tetap solid dan tidak ada perpecahan di dalamnya.

"Polri solid," tegas Tito. "Tolong pihak eksternal mendorong soliditas Polri, tidak ada fraksi dan friksi-friksi di dalam Polri.”

Menurut sang Kapolri, adanya beberapa perbedaan merupakan hal yang wajar. Perbedaan tersebut tidak berdampak buruk, namun justru memperkuat kekompakan dalam tubuh Polri.

"Perbedaan biasa, justru memperkuat melalui mekanisme check and balance," tutur Tito. "Polri tetap solid."

Apapun jabatannya dalam Polri, Tito berpendapat bahwa hal terpenting adalah para perwira tersebut dapat mengemban tugas yang diberikan secara amanah. Mereka juga diharap bisa memberikan kontribusi nyata bagi organisasi, bangsa, dan negara.

"Di tempat baru apapun tempatnya adalah jalan Tuhan," jelas Tito. "Amanah Tuhan harus diemban sebaik-baiknya.

You can share this post!

Related Posts