Temui TKN Jokowi-Ma'ruf, Dubes Uni Eropa Tepis Anggapan Dukung Salah Satu Kandidat
Instagram
Nasional

Selain membahas program kerja, pertemuan tersebut juga untuk mengklarifikasi isu keberpihakan Uni Eropa pada salah satu Paslon.

WowKeren - Tak hanya Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang mendapat kunjungan duta besar Uni Eropa, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo alias Jokowi-Ma'ruf Amin juga mendapat giliran.

TKN menerima kunjungan duta besar Uni eropa di Hotel Gran Melia, Kuningan pada Kamis (24/1). Pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam tersebut membahas berbagai hal, terutama kondisi perekonomian di Indonesia.

Para utusan tersebut ingin mengetahui bagaimana kondisi ekonomi di negeri ini. Kedua pihak juga membahas tentang program Nawacita Jokowi.

"Pertemuannya sangat bagus," kata Ketua TKN Erick Thohir di Kuningan, Kamis (24/1). "Mereka ingin tahu ekonomi kita ke depannya seperti apa. Nawacita kan bukunya kita bagi juga.”

Pertemuan tersebut sangat penting untuk mengetahui program apa saja yang akan dibuat oleh Capres dan Cawapres jika terpilih di Pilpres 2019 nantinya. Sebab, kebijakan yang diterapkan di Indonesia nantinya juga akan berpengaruh pada kebijakan yang akan dibuat oleh masing-masing negara tersebut.


Selain membahas program kerja, pertemuan tersebut juga untuk mengklarifikasi adanya isu yang menyebut bahwa Uni Eropa berpihak pada salah satu kandidat. Erick menuturkan bahwa pihak Uni Eropa bersikap netral terhadap Pilpres 2019 nanti. Sehingga, anggapan Uni Eropa mendukung salah satu kandidat sama sekali tidak benar.

"Dubes dari Uni Eropa mengklarifikasi itu tidak benar terkait mereka memposisikan dirinya ke salah satu kandidat," lanjut Erick. "Mereka klarifikasi, mereka harus netral karena harus menghormati daripada negara masing-masing."

Hal tersebut dikemukakan sendiri oleh Duta Besar Uni Eropa HE Vincent Guerend. Ia menegaskan bahwa Uni Eropa bersikap netral. Kedatangannya untuk menemui masing-masing Paslon adalah dalam rangka untuk memahami program kerja yang akan diusung oleh masing-masing kandidat.

"Tentunya Uni Eropa netral, tentunya Uni Eropa tidak berpihak. Kami sepenuhnya netral," kata Vincent di Jakarta pada Kamis (24/1). "Namun penting bagi kami untuk lebih mengerti program masing-masing kandidat."

Sebelumnya, pihak Uni Eropa sempat menggelar pertemuan dengan BPN. Hal ini lantas memunculkan anggapan keberpihakan Uni Eropa terhadap salah satu Paslon.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait